Author: purwanto

  • Pramuka Jateng dan Jabar Kolaborasi Aksi Karya Bakti Lebaran 2026 di Perbatasan Cilacap–Banjar

    Pramuka Jateng dan Jabar Kolaborasi Aksi Karya Bakti Lebaran 2026 di Perbatasan Cilacap–Banjar

    BULETINCILACAP – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dan Jawa Barat resmi mencanangkan kolaborasi Aksi Pramuka Karya Bakti Lebaran 2026 guna mengawal kelancaran arus mudik di wilayah perbatasan. Kegiatan yang dipusatkan di Rest Area Mergo Banaran, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap pada Senin (16/3/2026) ini bertujuan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat serta memperkuat kerja sama lintas provinsi dalam misi kemanusiaan.

    Apel pencanangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Barat, Herman Suryatman, serta dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarcab Cilacap, Kwarran, dan unsur Forkopimcam Dayeuhluhur. Pemilihan lokasi di perbatasan Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar dianggap strategis sebagai titik temu arus kendaraan dari dua provinsi besar di Pulau Jawa.

    Sinergi Pengabdian Tanpa Batas Administratif

    Dalam arahannya, Herman Suryatman menekankan bahwa pelaksanaan karya bakti tahun ini memiliki bobot nilai yang spesial. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat kepanduan mampu melampaui sekat-sekat wilayah demi kepentingan masyarakat luas yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

    “Lokasi ini menjadi simbol bahwa pengabdian Pramuka tidak mengenal batas administratif. Justru di wilayah perbatasan, kita memperkuat kerja sama dan saling mendukung untuk membantu kelancaran arus lalu lintas serta memberikan bantuan kemanusiaan secara sigap,” ujar Herman di hadapan para peserta apel.

    Digitalisasi Pelaporan Melalui Karya Bakti ID

    Selain fokus pada pengaturan lalu lintas dan bantuan fisik, Pramuka juga memperkenalkan inovasi sistem pelaporan digital Karya Bakti ID (KBID). Sistem yang terintegrasi dengan platform Ayo Pramuka milik Kwartir Nasional ini memungkinkan setiap aktivitas relawan di lapangan tercatat secara real-time. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data pengabdian dan memudahkan proses evaluasi pasca-kegiatan.

    Wujud Nyata Pengamalan Dasa Darma

    Melalui Aksi Pramuka Karya Bakti Lebaran 2026, diharapkan anggota Pramuka dapat mengasah empati dan tanggung jawab sosial melalui pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan implementasi nyata dari Trisatya dan Dasa Darma Pramuka dalam membantu sesama manusia dan membangun ketertiban masyarakat di tengah padatnya arus mudik lebaran.

  • Ammy Amalia Resmi Jadi Plt Bupati Cilacap, Gubernur Jateng Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Korupsi

    Ammy Amalia Resmi Jadi Plt Bupati Cilacap, Gubernur Jateng Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Korupsi

    BULETINCILACAP – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menunjuk Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal. Keputusan tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Cilacap pada Minggu (15/3/2026). Penunjukan ini dilakukan untuk menjamin stabilitas daerah di tengah situasi transisi pemerintahan saat ini.

    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan instruksi khusus agar pergantian kepemimpinan ini tidak mengganggu hak-hak masyarakat dalam mendapatkan layanan publik. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan sektor kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai jadwal. Selain itu, Iwanuddin mengingatkan agar seluruh jajaran birokrasi di Cilacap memegang teguh integritas dan menghentikan segala bentuk praktik yang berpotensi melanggar hukum.

    Memperkuat Sinergi melalui Super Team

    Dalam arahannya, Iwanuddin menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Cilacap tidak bergantung pada individu tertentu, melainkan hasil kolaborasi kolektif seluruh elemen pemerintah. Ia meminta ego sektoral dihilangkan demi kepentingan warga Cilacap yang lebih luas. Penguatan koordinasi antara OPD hingga tingkat kecamatan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    “Tidak ada Superman, yang ada Super Team. Artinya semua harus bekerja bersama, Forkopimda, OPD, hingga camat, harus solid menjalankan tugas pemerintahan. Budaya-budaya (gratifikasi) seperti itu harus dihentikan. Stop sampai di sini. Kita harus memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih baik ke depan,” tegas Iwanuddin Iskandar menyampaikan pesan Gubernur.

    Stabilitas Harga dan Persiapan Idulfitri

    Selain fokus pada tata kelola internal, Plt Bupati Cilacap beserta jajarannya juga diminta sigap dalam menghadapi tantangan ekonomi makro di tingkat lokal. Pemprov Jateng menyoroti pentingnya pengendalian inflasi dan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri yang kerap memicu lonjakan harga.

    Komitmen Pelayanan Prima dan Anti-Gratifikasi

    Penunjukan Ammy Amalia sebagai Plt Bupati diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Cilacap untuk bersih-bersih dari budaya setoran atau pemberian saat hari raya, serta membenahi sistem perizinan dan pengadaan barang/jasa. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Cilacap ditargetkan mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

  • KPK Tetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Sebagai Tersangka OTT

    KPK Tetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Sebagai Tersangka OTT

    BULETINCILACAP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono, sebagai tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di wilayah Kabupaten Cilacap. Pengumuman ini disampaikan pada Sabtu (14/3/2026) setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap 13 orang yang sebelumnya diamankan dalam operasi tersebut.

    Keputusan penetapan tersangka ini diambil setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait adanya tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Kabar ini mengejutkan publik, mengingat kedua tokoh tersebut merupakan pejabat tertinggi dalam struktur eksekutif di Kabupaten Cilacap.

    Dua Pejabat Teras Cilacap Resmi Ditahan

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan konfirmasi resmi mengenai status hukum para pihak yang terjaring OTT. Menurutnya, dari belasan orang yang diperiksa, dua orang telah memiliki bukti kuat untuk dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

    “Sebanyak dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka yakni Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono. Keterangan lengkap terkait hal itu bakal dibeberkan segera melalui konferensi pers resmi,” ujar Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta.

    Langkah Hukum Selanjutnya

    Saat ini, KPK masih terus mendalami keterangan dari saksi-saksi lain untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Masyarakat Cilacap diimbau untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di lembaga antirasuah tersebut.

  • KPK Gelar OTT, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Diamankan Tim Penyidik

    KPK Gelar OTT, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Diamankan Tim Penyidik

    BULETINCILACAP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada Jumat (13/3/2026). Penangkapan ini dilakukan oleh tim penyidik KPK dalam sebuah operasi senyap yang berlangsung di tengah aktivitas pemerintahan kabupaten.

    Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu keterangan resmi mengenai kronologi lengkap dan lokasi pasti penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Cilacap tersebut. Operasi ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus hukum oleh lembaga antirasuah di tahun 2026.

    Konfirmasi Wakil Ketua KPK Terkait Penangkapan

    Pihak KPK telah membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah hukum Jawa Tengah tersebut. Meski demikian, tim penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam operasi kali ini.

    “Benar (Bupati Cilacap ditangkap). Namun, kami belum bisa mengungkapkan siapa saja pihak yang diamankan serta barang bukti yang disita dalam operasi tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat memberikan keterangan singkat.

    Kondisi Terkini di Kantor Pemerintahan Kabupaten Cilacap

    Kabar mengenai penangkapan Bupati Syamsul Auliya Rachman telah menyebar luas di kalangan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cilacap. Pengamanan di sekitar kantor bupati dikabarkan mulai diperketat menyusul informasi adanya penggeledahan di sejumlah ruangan strategis.

    Masyarakat Menunggu Keterangan Resmi Lanjutan

    Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari Bupati Cilacap dan pihak-pihak lain yang turut diamankan. BuletinCilacap akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga adanya pengumuman resmi mengenai konstruksi perkara dalam konferensi pers yang akan digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

  • Pelayanan E-KTP Cilacap Kembali Normal, Stok 8 Ribu Blangko Pastikan Kelancaran Adminduk

    Pelayanan E-KTP Cilacap Kembali Normal, Stok 8 Ribu Blangko Pastikan Kelancaran Adminduk

    BULETINCILACAP – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cilacap memastikan pelayanan perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) kini kembali berjalan normal. Hal ini menyusul datangnya alokasi 8 ribu keping blangko E-KTP dari Kementerian Dalam Negeri pada akhir Februari lalu, mengakhiri kendala kelangkaan yang sempat terjadi.

    Sebelumnya, masyarakat Cilacap sempat mengalami penundaan dalam proses administrasi kependudukan mereka karena pasokan blangko dari pusat yang tersendat. Situasi ini sempat menimbulkan antrean dan penundaan layanan. Namun, dengan pengiriman blangko terbaru, Kepala Disdukcapil Cilacap, Annisa Fabriana, menegaskan bahwa timnya telah berhasil mengatasi permasalahan tersebut.

    Penjelasan Kelangkaan dan Langkah Antisipasi Disdukcapil Cilacap

    “Kemarin petugas kami ke Jakarta untuk mengambil blangko dan mendapatkan sekitar 8 ribu keping. Dengan tambahan ini, pelayanan kami kini sudah mulai lancar, dan masyarakat bisa segera melakukan pencetakan E-KTP yang sebelumnya tertunda,” ujar Annisa Fabriana pada Selasa (3/3/2026). Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan blangko sebelumnya disebabkan proses pengadaan di tingkat pusat yang baru selesai pada pertengahan Februari, sehingga distribusi ke daerah sempat tertunda.

    Annisa menjelaskan bahwa proses pengadaan di tingkat pusat yang sempat berlangsung di awal tahun menyebabkan distribusi blangko ke seluruh daerah, termasuk Cilacap, mengalami penyesuaian. Kini, setelah proses pengadaan selesai, pasokan kembali normal, memungkinkan Disdukcapil Cilacap untuk melayani kebutuhan masyarakat secara optimal, baik di kantor dinas induk maupun di seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

    Segera Manfaatkan Layanan Disdukcapil

    Dengan stok blangko yang kini mencukupi, Disdukcapil Kabupaten Cilacap mengimbau seluruh masyarakat yang sebelumnya terkendala dalam pencetakan E-KTP untuk segera mendatangi kantor pelayanan terdekat. Baik di kantor induk maupun di UPTD di seluruh wilayah, layanan kini siap melayani kebutuhan administrasi kependudukan Anda.

  • Pemkab Cilacap Salurkan Bantuan Ramadhan, Perkuat Silaturahim di Jeruklegi

    Pemkab Cilacap Salurkan Bantuan Ramadhan, Perkuat Silaturahim di Jeruklegi

    BULETINCILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Bupati Syamsul Auliya Rachman menyerahkan sejumlah bantuan bagi tempat ibadah dan masyarakat kurang mampu dalam agenda Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, pada Selasa (3/3/2026), sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah serta sinergi antara pemerintah daerah dengan warga.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama di kediaman Bupati, dilanjutkan dengan Shalat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di Masjid Al Barokah. Momentum ini dimanfaatkan Bupati Syamsul untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus menyampaikan refleksi kepemimpinannya yang hampir genap satu tahun.

    Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial: Pesan Bupati Syamsul

    Dalam sambutannya, Bupati Syamsul Auliya Rachman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai ajang untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Beliau juga menekankan pentingnya memperbanyak amal kebajikan serta memperkuat kepedulian sosial di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

    “Semoga Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kabupaten Cilacap,” ujar Syamsul.

    Bupati menegaskan bahwa kebersamaan dan dukungan antara pemerintah daerah dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun Kabupaten Cilacap yang rukun, harmonis, dan maju. Ia juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai kekurangan dan tantangan, namun optimistis bahwa dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan akan semakin terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

    Momen Penyerahan Bantuan Ramadhan dan Kebersamaan

    Pada kesempatan Tarhim tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi dana hibah sebesar Rp 10 juta untuk Musala Nurul Anwar di Dusun Blender, Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, serta bantuan uang tunai untuk Masjid Al Barokah. Selain itu, melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cilacap, turut disalurkan bingkisan dan santunan bagi anak yatim dan dhuafa di wilayah tersebut.

    Memperkuat Hubungan Antara Pemerintah dan Masyarakat

    Kegiatan Tarawih dan Silaturahim Ramadhan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Cilacap yang bertujuan untuk menyemarakkan bulan suci sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan masyarakat di berbagai wilayah. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Cilacap yang lebih baik.

  • Kanwil Kemenkumham Jateng Perkuat Layanan Posbankum Cilacap di Maos Lor

    Kanwil Kemenkumham Jateng Perkuat Layanan Posbankum Cilacap di Maos Lor

    BULETINCILACAP – Tim Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah (Kanwil Kemenkumham Jateng) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta pendampingan pelaporan layanan di Kabupaten Cilacap. Kunjungan pada Selasa (03/03/2026) ini difokuskan di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Cilacap dan berlanjut ke Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, guna memastikan akses bantuan hukum bagi masyarakat desa berjalan optimal.

    Tim yang terdiri dari Masnur Tiurmaida Malau (Monik) dan Siti Yulianingsih (Yuli) ini diterima langsung oleh Kepala Dispermades Kabupaten Cilacap, Heru Kurniawan. Pertemuan awal membahas berbagai aspek penting terkait pelaksanaan Posbankum desa, mulai dari evaluasi capaian, mekanisme pelaporan layanan yang akurat, hingga upaya penguatan peran pemerintah desa dalam menjamin masyarakat mendapatkan akses bantuan hukum tanpa hambatan.

    Optimalisasi Pelaporan dan Manfaat Posbankum Desa

    “Melalui monev ini, kami ingin memastikan setiap layanan yang diberikan di desa terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Monik, menjelaskan bahwa tujuan utama monitoring adalah memastikan layanan Posbankum tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis data.

    Akses Bantuan Hukum Semakin Mudah bagi Warga Cilacap

    Setelah koordinasi di Dispermades, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Maos Lor, di mana mereka disambut oleh Kepala Desa Mukti Iriyadi, perangkat desa, dan para paralegal. Di sana, dilakukan pemaparan laporan layanan Posbankum yang meliputi jumlah konsultasi, jenis permasalahan hukum yang ditangani (mayoritas administrasi kependudukan, sengketa ringan, dan hukum keluarga), serta tindak lanjut yang telah diberikan. Tim Kanwil juga memberikan pendampingan teknis dalam penginputan laporan dan kelengkapan data dukung agar sesuai ketentuan.

    Kepala Desa Mukti Iriyadi menyampaikan apresiasi dan berharap keberadaan Posbankum di Cilacap terus diperkuat, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dan bantuan hukum tanpa harus melalui jalur pengadilan. Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkumham Jateng berkomitmen memastikan Posbankum di Kabupaten Cilacap berjalan sesuai regulasi, tertib pelaporan, dan menghadirkan layanan hukum yang mudah diakses, cepat, serta bermanfaat bagi seluruh masyarakat desa.

  • Meski Ditutup, Praktik Prostitusi di Eks Lokalisasi Slarang Cilacap Kembali Ditemukan

    Meski Ditutup, Praktik Prostitusi di Eks Lokalisasi Slarang Cilacap Kembali Ditemukan

    BULETINCILACAP – Tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Sosial, dan Polisi Militer menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di eks lokalisasi Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (28/2/2026) malam. Operasi ini kembali menemukan adanya praktik prostitusi di area yang secara resmi telah ditutup tersebut.

    Dalam operasi penertiban tersebut, tim berhasil mengamankan dua perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK), satu perempuan penjual minuman keras (miras) beserta barang bukti 38 botol miras, serta seorang pria yang disinyalir sebagai pelanggan prostitusi. Penertiban ini dilakukan menyusul laporan dari masyarakat dan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum, khususnya menjelang bulan Ramadan.

    Komitmen Penertiban dan Pembinaan di Slarang Cilacap

    Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap, Rochman, menjelaskan bahwa razia di eks lokalisasi Slarang Cilacap merupakan bentuk langkah tegas pemerintah daerah. Selain menjaga ketertiban umum dan menciptakan suasana kondusif, operasi ini juga menanggapi adanya beberapa laporan dari masyarakat terkait masih beroperasinya PSK di wilayah tersebut.

    “Kami tidak semata-mata melakukan penertiban tetapi juga memberikan pembinaan agar mereka tidak kembali mengulangi perbuatannya,” terang Rochman, menegaskan bahwa Operasi Pekat tidak hanya bersifat penindakan, namun juga mengedepankan aspek pembinaan.

    Dua perempuan yang terjaring razia telah didata dan menjalani pembinaan awal di Kantor Satpol PP. Selanjutnya, mereka akan dirujuk ke Panti Pelayanan Sosial Wanodyatama Surakarta untuk mendapatkan pembinaan lanjutan, diharapkan memiliki keterampilan baru dan dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

    Upaya Berkelanjutan Menekan Praktik Prostitusi di Cilacap

    Rochman menegaskan bahwa razia di eks lokalisasi Slarang Cilacap akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini sebagai komitmen pemerintah daerah dalam menekan praktik prostitusi, peredaran miras ilegal, dan berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya di wilayah Kabupaten Cilacap demi menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi seluruh warganya.

  • Kantor SAR Cilacap Rayakan HUT Basarnas ke-54: Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan

    Kantor SAR Cilacap Rayakan HUT Basarnas ke-54: Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan

    BULETINCILACAP – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap pada Senin, 2 Maret 2026. Seluruh jajaran personel menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dengan semangat penuh, mengusung tema “Soliditas Dalam Tugas Kemanusiaan”.

    Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Cilacap ini bukan sekadar seremoni. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa peringatan ini adalah momentum penting untuk refleksi atas perjalanan panjang Basarnas.

    “Hari Ulang Tahun Basarnas adalah momentum refleksi atas 54 tahun pengabdian. Basarnas hadir sebagai garda terdepan negara dalam memberikan harapan, pertolongan, dan keselamatan bagi masyarakat,” tegasnya di hadapan para peserta upacara.

    Tingkatkan Profesionalisme dan Sinergi Pelayanan SAR

    Peringatan tahun ini dijadikan pelecut semangat untuk terus meningkatkan profesionalisme seluruh personel. Kepala Kantor SAR Cilacap juga menekankan pentingnya memperkuat sinergitas dengan berbagai pihak. Kolaborasi erat dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan potensi SAR menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan terkoordinasi.

    Ragam Kegiatan Sosial dan Interaktif Meriahkan HUT Basarnas ke-54

    Tak hanya upacara, HUT ke-54 Basarnas di Cilacap juga dimeriahkan dengan sederet kegiatan sosial dan edukatif. Berbagai aksi nyata ini menunjukkan kepedulian insan SAR kepada masyarakat dan lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi aksi donor darah, donasi sosial untuk pihak yang membutuhkan, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan.

    Selain itu, untuk memperkuat keterampilan dan kekompakan tim, diadakan pula kegiatan interaktif seperti Mini SAR Challenge dan berbagai perlombaan menarik. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.

    “Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga untuk memperkuat nilai solidaritas, empati, dan kepedulian sosial,” imbuhnya.

    Momen Peringatan HUT Basarnas Cilacap

    Melalui peringatan HUT ke-54 ini, Kantor SAR Cilacap menegaskan kembali komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Mereka bertekad untuk selalu hadir dalam setiap kondisi darurat, menjaga kepercayaan publik, serta menjadi institusi yang profesional, modern, dan terpercaya dalam setiap misi kemanusiaan.

  • BPN Cilacap Buka Suara: Penyelesaian Sengketa Tanah Timbul Kampung Laut Mendesak

    BPN Cilacap Buka Suara: Penyelesaian Sengketa Tanah Timbul Kampung Laut Mendesak

    BULETINCILACAP – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilacap, Andri Kristanto, akhirnya angkat bicara terkait polemik klaim tanah timbul di wilayah Kampung Laut yang menjadi sengketa antara warga setempat dan Lapas Nusakambangan. Pihak BPN menegaskan tidak dapat memproses sertifikasi lahan selama statusnya masih dalam sengketa dan batas wilayah belum jelas, mendorong semua pihak untuk duduk bersama mencari solusi.

    Sengketa ini bermula ketika warga Kampung Laut secara berturut-turut mendatangi BPN Cilacap, yakni pada 24 September 2025 dan kembali pada Jumat, 27 Februari 2026. Mereka menyuarakan tuntutan atas tanah timbul yang telah lama mereka tempati, namun juga diklaim oleh pihak Lapas Nusakambangan atau Imipas.

    Andri Kristanto menjelaskan bahwa BPN Cilacap selama ini selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Cilacap, terutama mengingat ini adalah masalah batas wilayah. “Masing-masing saat audiensi mempertanyakan yang 34 hektar, dan juga batas wilayah,” ungkapnya pada Senin, 2 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa upaya mediasi di Jakarta sebelumnya pun belum membuahkan kata sepakat.

    BPN Tegaskan Prosedur dan Koordinasi Lintas Instansi

    Terkait proses pengajuan sertifikat, Andri menegaskan prinsip yang dipegang BPN. “Siapa saja yang memohon sertipikat kami terima, asal batas-batas wilayahnya jelas. Kemudian tetangga perbatasan bisa menerima,” jelas Andri. Namun, jika lahan masih dalam sengketa dan belum jelas statusnya, BPN tidak dapat memprosesnya. Ia juga menyebut bahwa permasalahan ini sudah sampai ke tingkat pusat, sehingga koordinasi dari pusat menjadi kunci.

    “Selama itu masih sengketa, dan masih belum jelas, kami tidak bisa memproses. Siapapun kita terima permohonannya, tapi jika masih ada sengketa, mohon diselesaikan dulu agar semua pihak bisa duduk bersama mencapai kesepakatan,” tegas Andri Kristanto.

    Perlunya Duduk Bersama untuk Penyelesaian Konflik Tanah

    Andri menekankan bahwa BPN Cilacap tidak mengetahui secara pasti status kepemilikan tanah tersebut jika masing-masing pihak memiliki dokumen sendiri-sendiri tanpa pernah menyamakan persepsi. Menurutnya, masalah ini tidak akan selesai tanpa ada pertemuan resmi yang melibatkan semua pihak terkait.

    Ia juga mencontohkan mekanisme pensertifikatan tanah timbul yang berhasil dilakukan di wilayah lain, seperti Ujunggagak. “Seperti di Ujunggagak, Kepala Desa pro-aktif mengajukan permohonan daftar nama-nama masyarakat yang menempati disertakan dan membuat surat ke Bupati, akhirnya keluar SK dari Pak Menteri, kami tinggal membuat sertipikat,” terangnya.

    Syarat Pensertifikatan Tanah Timbul dan Status Bukti Adat

    Mengenai bukti kepemilikan, Andri menegaskan bahwa sejak 2 Februari 2026, segala bentuk hak milik adat seperti leter C, verponding, petuk, dan girik bukan lagi bukti kepemilikan yang sah secara hukum. Bukti kepemilikan tanah yang sah hanyalah sertifikat. Bukti-bukti adat tersebut kini hanya berfungsi sebagai penunjuk atau syarat yang harus dikonversi menjadi sertifikat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18.

    Masa Depan Sengketa: Menanti Solusi Bersama

    Mengakhiri pernyataannya, Andri Kristanto kembali menekankan pentingnya kolaborasi. “Tapi selama tidak duduk bareng antara kuasa warga, Pemda, Imipas, BPN, BIG dan pihak-pihak yang terkait, permasalahan tidak akan selesai,” pungkasnya. Semua pihak kini menanti hasil koordinasi dari Forkompimda dan pusat untuk mencapai titik terang dan solusi permanen atas sengketa tanah timbul Kampung Laut yang telah berlangsung ini.