Author: Sartono

  • Dewan pimpinan cabang DPC PDIP Cilacap mengelar Rapat PAC Dalam rangka penjaringan calon Ketua PAC, ranting hingga anak ranting, DPC PDIP Kabupaten Cilacap.

    Dewan pimpinan cabang DPC PDIP Cilacap mengelar Rapat PAC Dalam rangka penjaringan calon Ketua PAC, ranting hingga anak ranting, DPC PDIP Kabupaten Cilacap.

    BULETINCILACAP – Kegiatan yang digelar di Gedung In Door Tennis ini, diikuti sekitar 1.300 orang pengurus PAC, ranting dan anak ranting, terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Selasa 17/2/2026

    Ketua DPC PDI Perjuangan Cilacap, Anggit Adi Juwita menegaskan, dalam penjaringan yang dilakukan, bersifat terbuka atau open recruitment.

    “Kami dari DPC memberikan kemerdekaan yang semerdeka merdekanya bagi semua kader bisa mengusulkan kader terbaiknya, putra daerah di masing-masing wilayah,” ujarnya.

    “Tentunya yang bisa menjadi representasi bagi PDI Perjuangan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Cilacap, dengan harapan PDI Perjuangan di Cilacap semakin besar,” lanjut Anggit.

    Diketahui, Rapat PAC diperluas yang digelar PDI Perjuangan Cilacap ini, selain rangkaian tahapan reorganisasi kepengurusan lima tahunan partai, juga persiapan struktur organisasi menjelang agenda politik ke depan.

    “Nanti hasil Rapat PAC diperluas pada hari ini akan kami rekapitulasi dan dirapatkan kembali, kemudian menunggu arahan dan intruksi dari DPD serta DPP,” kata Anggit.

    “Dan target kita tentu yang terbaik di pemilu nanti. Perlu diketahui, bahwa PDIP Cilacap pernah di angka terringgi 17 kursi tahun 1999, tentunya kita harus bisa diatasnya,” imbuhnya.

    Di lain hal, menyikapi restrukturisasi partai, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai hal tersebut bagian dari dinamika politik dan merupakan hal yang biasa di dalam kepartaian.

    “Kader PDIP identik dengan keluwesan dan kesolidan, tidak ada perpecahan. Artinya kami tetap solid. Kalaupun ada dinamika-dinamika politik yang hari ini ada karena restrukturisasi itu biasa di semua partai politik,” ungkap Anggit.

    Anggit pun berpesan kepada para pengurus yang baru, untuk menjaga tali silaturahmi baik dengan sesepuh-sesepuh partai atau mereka yang sudah tidak masuk di dalam kepengurusan.

    “Saya berharap untuk pengurus yang baru bisa tetap bersilaturahmi supaya keluarga besar PDIP, khususnya di Cilacap, tetap dalam satu cinta kasih yang tidak ada habisnya,” ujarnya.

    Disamping itu, Anggit juga memerintahkan seluruh kader PDI Perjuangan harus berada di jalan perjuangan rakyat. Hal ini sesuai perintah Ketua Umum Megawati.

    “Kita semua harus turun menyerap aspirasi masyarakat secara presisi, dan kita harus punya langkah-langkah kongkrit tentunya untuk kepentingan ataupun kebutuhan masyarakat di Cilacap,” pungkasnya.

  • Puncak HUT ke-18 Gerindra, Ribuan Warga Cilacap Padati Lapangan Krida Gumilir Ikuti Senam Sehat dan Pesta Rakyat

    Puncak HUT ke-18 Gerindra, Ribuan Warga Cilacap Padati Lapangan Krida Gumilir Ikuti Senam Sehat dan Pesta Rakyat

    BULETINCILACAP – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Kabupaten Cilacap mencapai puncaknya pada Sabtu (14/2/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, tumpah ruah memadati Lapangan Krida Gumilir untuk mengikuti kegiatan “Senam Sehat Berhadiah”.

    Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cilacap, Suyatno, S.H., menjelaskan bahwa acara senam sehat ini merupakan penutup dari serangkaian kegiatan panjang yang telah digelar partai berlambang kepala burung garuda tersebut dalam rangka mensyukuri usia ke-18 tahun.

    “Ini merupakan rangkaian terakhir. Sebelumnya, kita awali dengan syukuran, lalu bakti sosial di lingkungan kantor DPC, hiburan kebudayaan asli Jawa berupa Kuda Lumping, serta pengobatan massal gratis yang digelar beberapa hari lalu,” ungkap Suyatno saat ditemui di lokasi acara.

    Bupati Hadir dan Berikan Dukungan

    Acara tersebut semakin spesial dengan kehadiran Bupati Cilacap di tengah-tengah ribuan peserta. Suyatno mengapresiasi kehadiran orang nomor satu di Cilacap tersebut sebagai bentuk sinergi yang positif antara pemerintah daerah dan partai politik.

    “Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang hadir. Beliau sangat support kepada partai-partai politik di Cilacap, khususnya Gerindra. Kami seiring sejalan untuk memperjuangkan Cilacap agar lebih maju,” tambah Suyatno yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Cilacap.

    Hiburan yang “Hype” dan Banjir Hadiah

    Pemilihan kegiatan senam sehat sebagai acara puncak bukan tanpa alasan. Menurut Suyatno, senam merupakan kegiatan yang sedang tren (hype in) saat ini dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. Selain menyehatkan, kegiatan ini menjadi jembatan bagi partai untuk menyapa rakyat dengan cara yang menghibur dan tidak rumit.

    Untuk memeriahkan suasana, panitia menyediakan beragam doorprize menarik, mulai dari sepeda listrik, sepeda MTB, kulkas, mesin cuci, TV berwarna, hingga peralatan rumah tangga lainnya yang dibagikan secara objektif kepada warga yang beruntung. Panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik “New Maulana”.

    Makna Tema: Kompak, Bergerak, Berdampak

    Mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”, DPC Gerindra Cilacap berharap momentum ulang tahun ini menjadi refleksi kinerja partai.

    “Tema ini seperti visi kami. Artinya kita selalu bergerak terus, kompak menjadi satu, dan dampaknya adalah untuk kepentingan masyarakat banyak,” jelas Suyatno.

    Melalui kegiatan ini, Suyatno berharap masyarakat dapat menilai secara langsung kinerja dan kedekatan wakil-wakil mereka di Partai Gerindra. “Ini adalah upaya kami memberikan hiburan. Monggo masyarakat yang menilai, apakah kegiatan ini bisa diterima dan bermanfaat,” pungkasnya.

  • Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Cilacap, Dewan Kehormatan dan Pengurus Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Cilacap, Dewan Kehormatan dan Pengurus Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    BULETIN CILACAP – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap secara resmi memiliki Dewan Kehormatan dan Pengurus baru untuk masa bakti 2026 hingga 2031. Pelantikan tersebut sekaligus menandai kembalinya Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M., mantan Sekretaris Daerah Cilacap, untuk memimpin organisasi kemanusiaan ini selama periode lima tahun ke depan.

    Kepengurusan baru ini dilantik setelah Drs. Farid Ma’ruf terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kabupaten Cilacap dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2026. Penetapan dan pelantikan pengurus serta dewan kehormatan yang baru ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan peran PMI dalam layanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah Cilacap.

    Farid Ma’ruf Terpilih Aklamasi dalam Muskab 2026

    Proses pemilihan Ketua PMI Cilacap periode 2026–2031 telah dilaksanakan melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam Muskab tersebut, Drs. Farid Ma’ruf kembali mendapat kepercayaan penuh dari seluruh peserta dan terpilih secara aklamasi.

    Farid Ma’ruf, yang telah berpengalaman dalam birokrasi dan kepemimpinan, menyatakan komitmennya untuk membawa PMI Cilacap menjadi organisasi yang lebih profesional dan siap siaga.

    “Kepercayaan yang diberikan kembali ini adalah amanah besar. Kami akan segera menyusun program kerja yang terencana dan terukur, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan darah dan kesiapsiagaan bencana di Cilacap,” ujar Farid Ma’ruf dalam sambutannya. “PMI harus hadir lebih cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.”

    Penekanan PMI Provinsi: Segera Susun Program Prioritas

    Dalam acara pelantikan tersebut, perwakilan dari PMI Provinsi Jawa Tengah memberikan penekanan khusus kepada kepengurusan yang baru. Plt. Kepala PMI Provinsi Jawa Tengah, Hartanto, yang hadir pada rangkaian acara Muskab, sebelumnya telah meminta agar pengurus yang baru segera dibentuk.

    “Kepengurusan baru harus segera dibentuk dan menjalankan program-program yang telah direncanakan. Program-program tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan rutin, tetapi juga harus inovatif dan adaptif terhadap tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks,” kata Hartanto.

    PMI Provinsi juga menekankan pentingnya penguatan basis relawan dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap serta berbagai pihak terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan respons cepat dalam setiap situasi darurat.

    Fokus PMI Cilacap Masa Bakti 2026–2031

    Kepengurusan PMI Cilacap di bawah kepemimpinan Farid Ma’ruf untuk masa bakti 2026–2031 akan memfokuskan diri pada beberapa program prioritas, antara lain:

    1. Penguatan Unit Donor Darah (UDD): Memastikan ketersediaan stok darah yang aman dan berkualitas secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat Cilacap.

    2. Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana: Mengembangkan kapasitas relawan dan peralatan untuk merespons bencana, mengingat Cilacap merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana yang tinggi.

    3. Pengembangan Sumber Daya: Melakukan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi relawan muda (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) untuk menjamin regenerasi dan kualitas layanan.

    4. Tata Kelola Organisasi: Menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana dan sumber daya organisasi.

    Dengan dilantiknya Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI yang baru, diharapkan PMI Kabupaten Cilacap dapat terus menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Cilacap.

  • Siti Mukaromah Dorong Konektivitas Jasela Jawa Selatan Lewat Penguatan Infrastruktur Wisata Cilacap

    Siti Mukaromah Dorong Konektivitas Jasela Jawa Selatan Lewat Penguatan Infrastruktur Wisata Cilacap

    BULETINCILACAP – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Siti Mukaromah, menegaskan dukungannya terhadap pembangunan dan pemanfaatan Jalur Selatan-Selatan Jawa (Jasela). Dukungan ini secara spesifik disalurkan melalui penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diharapkan mampu mendongkrak konektivitas dan perekonomian lokal.

    Pernyataan tersebut disampaikan Siti Mukaromah dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik (Kunker Spesifik) masa reses ke Pantai Widarapayung, Kecamatan Binangun, Desa Binangun, Cilacap, baru-baru ini. Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan potensi dan kendala di lapangan, khususnya terkait fasilitas pariwisata yang berdekatan langsung dengan jalur strategis Jasela.

    Dalam kunjungannya, Siti Mukaromah menyoroti pentingnya jalur Jasela sebagai urat nadi ekonomi baru. Namun, ia menemukan bahwa infrastruktur pendukung pariwisata di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius.

    “Kunjungan kerja spesifik kami ke Cilacap, khususnya di Pantai Widarapayung ini adalah untuk memastikan bahwa pembangunan Jalur Selatan-Selatan Jawa ini betul-betul dikoneksikan dengan sentra ekonomi baru, salah satunya adalah sektor pariwisata,” ujar Siti Mukaromah.

    Prioritas Kebutuhan Infrastruktur Dasar

    Siti Mukaromah menjelaskan bahwa meskipun Pantai Widarapayung memiliki potensi wisata yang besar, fasilitas dasarnya masih jauh dari memadai. Ia menyebutkan secara spesifik kebutuhan mendesak, seperti sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK), lahan parkir yang representatif, serta akses jalan yang perlu diperbaiki.

    “Sarana dan prasarana dasar seperti toilet, parkir, dan akses jalan ke objek wisata menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan. Bagaimana turis mau datang kalau fasilitas dasar saja belum layak?” tegasnya.

    Menurutnya, penguatan infrastruktur dasar ini merupakan kunci agar konektivitas Jasela dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi.

    Aksi Nyata Melalui Kemitraan BUMN

    Menindaklanjuti temuan di lapangan, Komisi VI DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengambil langkah konkret. Siti Mukaromah menyatakan akan mendorong BUMN yang menjadi mitra Komisi VI untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata Cilacap.

    “Kami akan mengajak BUMN, yang menjadi mitra kerja kami di Komisi VI, untuk dapat berpartisipasi dan membantu permodalan atau anggaran guna pembangunan fasilitas penunjang pariwisata di sini,” jelas Politisi dari Fraksi PKB ini.

    Komisi VI berharap keterlibatan BUMN dapat mempercepat peningkatan kualitas objek wisata lokal. Dengan perbaikan infrastruktur, Jalur Selatan-Selatan Jawa diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung, melainkan juga katalisator pembangunan daerah Cilacap secara menyeluruh.

  • Gerakan Tanah dan Longsor Ganda Hantam Cilacap, Belasan Rumah Terdampak. BPBD Cilacap Keluarkan Peringatan Evakuasi Mandiri

    Gerakan Tanah dan Longsor Ganda Hantam Cilacap, Belasan Rumah Terdampak. BPBD Cilacap Keluarkan Peringatan Evakuasi Mandiri

    BULETINCILACAP – Pergerakan tanah dan retakan tanah sepanjang 50 meter dilaporkan terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 12 Februari 2026. Insiden yang dipicu oleh curah hujan tinggi ini telah menyebabkan total 20 rumah warga terdampak dan terancam di wilayah Kecamatan Cimanggu dan Majenang, mendorong BPBD Cilacap untuk mengeluarkan imbauan evakuasi mandiri.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Iskak Riyadi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Iskak merinci, dua lokasi yang mengalami bencana gerakan tanah secara signifikan adalah Grumbul Cijati, Desa Cijati, Kecamatan Cimanggu, dan Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Laporan pertama diterima pada Jumat pagi, setelah hujan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut pada Kamis malam, 11 Februari 2026, memicu aktivitas pergerakan tanah yang mengkhawatirkan.

    Dampak Retakan Tanah dan Status Siaga di Cilacap

    Dampak terparah akibat pergerakan tanah di Cilacap dilaporkan terjadi di Grumbul Cijati, Desa Cijati, Kecamatan Cimanggu. Di lokasi ini, sebanyak 15 rumah warga dilaporkan terdampak langsung. Selain itu, tim BPBD mencatat adanya retakan tanah baru yang membentang sepanjang 50 meter dengan kedalaman bervariasi, mencapai antara 20 hingga 30 sentimeter.

    “Gerakan tanah ini menyebabkan 15 rumah di Grumbul Cijati mengalami dampak, terutama pada bagian lantai dan dinding. Kerusakan ini berpotensi bertambah jika hujan terus turun,” ujar Iskak Riyadi pada Jumat (12/2).

    Sementara itu, di lokasi kedua, yakni Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, BPBD mengidentifikasi adanya pergerakan tanah yang telah mengancam lima unit rumah. Meskipun belum mengalami kerusakan parah, posisi rumah-rumah tersebut berada sangat dekat dengan area retakan yang aktif, meningkatkan risiko saat terjadi hujan deras.

    Antisipasi dan Imbauan Evakuasi Mandiri

    Menyikapi status darurat ini, BPBD Cilacap telah mengambil langkah tanggap darurat. Petugas di lokasi telah memasang terpal di titik-titik retakan untuk meminimalisir masuknya air hujan ke dalam lapisan tanah, yang dapat mempercepat pergerakan. Prioritas utama adalah keselamatan warga, dan pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, khususnya 20 rumah terdampak/terancam di Cijati dan Cibeunying, untuk meningkatkan kewaspadaan.

    BPBD Cilacap Meminta Warga Lakukan Evakuasi

    “Kami telah meminta warga di lokasi yang terdampak berat untuk melakukan evakuasi mandiri segera, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau dalam durasi yang lama. Jangan menunggu, keselamatan adalah yang utama,” tegas Iskak Riyadi. BPBD Cilacap bersama unsur TNI/Polri, relawan, dan pemerintah desa saat ini terus melakukan pemantauan ketat di lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi longsor susulan dan memastikan keselamatan warga di area rawan bencana.