Author: Sartono

  • Tragis! Remaja di Grobogan Tewas Usai Perang Sarung, Pelaku Coba Rekayasa Kecelakaan

    Tragis! Remaja di Grobogan Tewas Usai Perang Sarung, Pelaku Coba Rekayasa Kecelakaan

    BULETINCILACAP – Seorang remaja berusia 16 tahun di Grobogan, Jawa Tengah, berinisial ZMR, meninggal dunia setelah terlibat dalam perkelahian yang dikenal sebagai ‘perang sarung’ pada Rabu (25/2/2026) malam. Insiden tragis ini terjadi di lapangan sepakbola Dusun Mrayun, Desa Termas, Karangrayung, Grobogan. Kepolisian setempat telah mengamankan sejumlah pihak yang terlibat dan mengungkap adanya upaya rekayasa kematian korban.

    Peristiwa naas ini bermula ketika ZMR mengirim pesan WhatsApp kepada temannya, MAN, mengajak untuk berduel melawan kelompok lain. Ajakan tersebut disanggupi, dan ZMR bersama MAN kemudian mengajak dua saksi lain, PA dan DKB. Mereka lantas mendatangi tempat tongkrongan kelompok lawan di wilayah selatan dusun yang sama, bertemu dengan FM, RNE, dan DRK. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perang sarung di lapangan sepakbola Dusun Mrayun.

    Saat perkelahian menggunakan sarung yang diikat ujungnya berlangsung, korban ZMR mendadak lemas, kesulitan bernapas, dan akhirnya tersungkur pingsan. Teman-teman korban kemudian membawanya pulang ke rumah. Sesampainya di sana, pihak keluarga segera melarikan ZMR ke Puskesmas Karangrayung I, namun nahas, petugas medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.

    Upaya Rekayasa Kematian Korban Perang Sarung

    Terungkap bahwa terduga pelaku sempat mencoba merekayasa kronologi kematian ZMR. Kakek korban, Muhnadi, menceritakan bahwa pihak keluarga awalnya diberi tahu bahwa ZMR meninggal akibat kecelakaan tunggal.

    “Tujuh orang ini (yang diduga pelaku) waktu ngasih informasi ini istilahnya itu berbohong gitu. Awalnya itu katanya kecelakaan jatuh dari motor. Terus motornya itu dinyalain, korban di sampingnya. Jadi dikira entar ada orang-orang lewat baru (mengatakan) itu ada orang kecelakaan gitu. Padahal yang ngerekayasa itu ya mereka-mereka tadi,” ungkap Muhnadi, menjelaskan upaya rekayasa yang dilakukan terduga pelaku.

    Iptu Imam Siswanto, KBO Sat Reskrim Polres Grobogan, membenarkan upaya rekayasa ini. “Infonya seperti itu (terduga pelaku sempat merekayasa bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan tunggal). Tapi setelah kami cek (adalah peristiwa) penganiayaan, tidak ada kecelakaan atau (pernyataan tersebut) bohong,” tegasnya.

    Penyelidikan Polisi dan Hasil Labfor

    Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menyatakan bahwa keluarga ZMR telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Karangrayung. Polisi segera menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP, mengamankan pihak-pihak yang terlibat, serta menyita tujuh lembar sarung sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Masa Depan Kasus dan Harapan Damai Keluarga Korban

    ZMR dilaporkan mengalami sejumlah luka memar di bagian tengkuk dan punggung. Kendati demikian, Muhnadi, kakek korban, menyatakan tidak ingin kasus ini diproses hukum lebih lanjut dan berharap berakhir damai. Namun, pihak kepolisian melalui Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menegaskan bahwa laporan telah diterima dan proses hukum tetap berjalan.

    Hingga kini, enam saksi telah diperiksa. KBO Sat Reskrim Iptu Imam Siswanto menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Ia juga menegaskan bahwa tidak ditemukan batu di dalam sarung yang digunakan dalam perkelahian tersebut.

  • Pengemudi Ugal-ugalan di Jakarta Pusat Diamankan, Bengong Saat Ditangkap Polisi

    Pengemudi Ugal-ugalan di Jakarta Pusat Diamankan, Bengong Saat Ditangkap Polisi

    BULETINCILACAP – Seorang pengemudi Toyota Calya berinisial HM (25) telah diamankan pihak kepolisian setelah melakukan aksi ugal-ugalan, melawan arah, dan menabraki sejumlah kendaraan di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/2) sore. Warga di lokasi kejadian terkejut melihat pelaku justru bengong dan membisu saat ditangkap, sementara salah satu penumpangnya tampak santai.

    Wawa (53), seorang warga RT 10 RW 04, Kelurahan Pasar Baru, yang menyaksikan langsung insiden tersebut, menceritakan bahwa HM tetap berada di balik kemudi dengan ekspresi kosong. “Dia kayak orang kesima ya, bengong, syok gitu ya,” ungkap Wawa, Kamis (24/2), saat ditemui di lokasi kejadian. Menurutnya, pengemudi tersebut tidak menunjukkan perlawanan ataupun berbicara sepatah kata pun.

    Situasi di lokasi sempat ricuh dengan kerumunan massa yang emosi. Saksi lain, Frangky (58), bahkan mendengar tembakan peringatan dari polisi sebelum bergegas ke lokasi. Frangky bersama warga lain berupaya menenangkan massa agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri terhadap pengemudi dan penumpang mobil, memastikan keselamatan mereka hingga polisi tiba dan mengamankan situasi.

    Dugaan Motif dan Temuan Mengejutkan dari Pemobil Ugal-ugalan

    Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menjelaskan bahwa dugaan sementara pengemudi HM nekat kabur karena takut didapati adanya barang bukti ilegal di dalam mobilnya. Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian mengungkap temuan mencengangkan di dalam kendaraan pelaku.

    “Dari fakta yang kita temukan, jadi di dalam mobil itu ditemukan ada empat, tiga pasang ditambah satu yang terpakai, jadi total ada empat pasang pelat berbeda. Kemudian juga ditemukan ada dua senjata tajam, satu senpi mainan,” terang Kombes Komarudin, Kamis (24/2).

    Temuan tersebutlah yang diduga menjadi pemicu utama HM nekat berkendara secara ugal-ugalan. Pengemudi tersebut menerobos tiga ruas jalan dengan melawan arah dan menabrak sejumlah kendaraan lain demi menghindari penangkapan atas kepemilikan pelat nomor palsu dan senjata tajam.

    Penumpang Santai dan Proses Hukum untuk Pengemudi Ugal-ugalan

    Keanehan lain yang disaksikan warga adalah sikap salah satu penumpang wanita yang duduk di kursi depan. Ia terlihat santai bermain ponsel, meskipun situasi di luar mobil sangat tegang dengan kerumunan massa dan polisi yang berdatangan. Berbeda dengan penumpang wanita di kursi belakang yang tampak panik saat massa mulai berkerumun. Kini, HM telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

    Dijerat Pasal Lalu Lintas Berbahaya

    HM dijerat dengan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). “Kalau sampai ayat 3 ancamannya sampai 4 tahun penjara,” tegas Komarudin, mengakhiri penyelidikan awal kasus ini. Pihak berwenang terus mendalami motif sebenarnya di balik aksi nekat pengemudi dan keterlibatan penumpang dalam kasus ini.

  • Ribuan Warga Sukses Gelar Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI di Cilacap

    Ribuan Warga Sukses Gelar Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI di Cilacap

    BUPATICILACAP – Sebanyak 25 ribu orang dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah berpartisipasi aktif dalam Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) tingkat Kabupaten Cilacap pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan kolosal ini dipusatkan di kawasan Titik Nol Cilacap, Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga Alun-alun Cilacap, serta secara serentak di berbagai lingkungan perkantoran, kampus, sekolah, rumah sakit, kecamatan, desa, hingga permukiman warga di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

    Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, menunjukkan komitmen kuat masyarakat Cilacap terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mendukung gerakan Indonesia Asri, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat daerah, mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal, dan transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan.

    Dukungan Kuat untuk Lingkungan Cilacap yang Berkelanjutan

    Kegiatan Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya aman dan bersih, tetapi juga tertata indah. Lebih dari itu, aksi ini memperkuat komitmen berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi nonpemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, hingga kelompok masyarakat, dalam upaya peningkatan kualitas hidup melalui lingkungan yang sehat.

    “Aksi Bersih Sampah Jawa Tengah Asri 2026 mendukung gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Cilacap. Kami mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal serta transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan,” ujar Achmad Nurlaeli.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, yang mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masif ini. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang adalah bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan telah tumbuh menjadi kesadaran kolektif. Beliau juga menekankan bahwa momentum Ramadan justru memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di masyarakat.

    “Masalah sampah adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu (adanya) kerja kolektif dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tegas Sadmoko Danardono saat membacakan sambutan Bupati.

    Pemerintah Kabupaten Cilacap mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus membangun budaya hidup bersih dan disiplin dalam pengelolaan sampah, tidak hanya saat kegiatan seremonial, tetapi menjadikannya kebiasaan sehari-hari. Selain itu, Bupati juga mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

    Bersama Wujudkan Cilacap Bersih, Sehat, dan Indah

    Jika setiap rumah tangga mampu mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, beban lingkungan akan berkurang secara signifikan. Dengan semangat kebersamaan dan kerja kolektif seperti yang ditunjukkan dalam Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI, harapan untuk mewujudkan Cilacap yang bersih, sehat, dan indah dapat terwujud secara berkelanjutan.

  • Gubernur Jateng Mendesak: Pembentukan BNN Jawa Tengah di Seluruh Kabupaten/Kota Jadi Prioritas

    Gubernur Jateng Mendesak: Pembentukan BNN Jawa Tengah di Seluruh Kabupaten/Kota Jadi Prioritas

    BUPATICILACAP – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendesak percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di seluruh kabupaten/kota se-provinsi. Permintaan ini disampaikannya pada Kamis lalu di Semarang, sebagai bagian dari upaya serius pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba yang kian meresahkan masyarakat.

    Gubernur Luthfi secara tegas mendorong Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, untuk segera merealisasikan dan memperkuat berbagai upaya pencegahan peredaran narkoba. Menurutnya, tindakan pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya sebatas seremoni semata, melainkan melalui program yang berdampak langsung di tengah masyarakat.

    Strategi Penguatan Pencegahan dan Pelibatan Masyarakat

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya penguatan program-program BNN yang telah berjalan. Ia menyebutkan program seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh sebagai inisiatif yang sangat strategis dan harus terus diperkuat pelaksanaannya di lapangan. Penguatan program ini diharapkan dapat membangun benteng pertahanan dari level komunitas terkecil.

    Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, “Paling penting, program-program seperti Kampung Bersinar dan Kampung Tangguh itu harus diekspos lagi secara masif agar kesadaran masyarakat meningkat. Karena pelibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kita dalam pemberantasan narkoba.”

    Lebih lanjut, ia meminta BNN Provinsi Jawa Tengah untuk memprioritaskan perhatian pada wilayah Kota Semarang dan Solo. Kedua daerah ini diidentifikasi sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih intensif dan terukur.

    Perluasan Jaringan BNN di Tingkat Daerah

    Menanggapi desakan Gubernur, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Toton Rasyid menjelaskan bahwa hingga saat ini baru sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sudah memiliki perwakilan BNN. Ia berkomitmen untuk mempersiapkan opsi penguatan berbasis zonasi bagi daerah-daerah yang belum memiliki BNN, guna memaksimalkan upaya pencegahan dan penindakan di seluruh wilayah provinsi.

    Masa Depan Bebas Narkoba untuk Jawa Tengah

    Permintaan Gubernur Jawa Tengah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah provinsi dalam memerangi narkoba. Dengan perluasan jaringan BNN hingga ke seluruh kabupaten/kota serta penguatan program pencegahan yang melibatkan masyarakat, diharapkan Jawa Tengah dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari ancaman penyalahgunaan narkoba, demi generasi yang lebih sehat dan produktif.

  • Jawa Tengah Siap Sambut 38 Juta Pemudik Lebaran 2026, Fasilitas dan Pengawasan Ditingkatkan

    Jawa Tengah Siap Sambut 38 Juta Pemudik Lebaran 2026, Fasilitas dan Pengawasan Ditingkatkan

    BULETINCILACAP – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan beragam layanan dan pengawasan ketat menyambut arus Mudik Lebaran 2026. Diperkirakan 38,71 juta pemudik akan menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama pada hari raya tahun ini, mendorong Pemprov untuk mengoptimalkan posko Idulfitri, inspeksi keselamatan kendaraan umum, hingga pantauan CCTV di berbagai titik rawan.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa angka fantastis 38,71 juta pemudik merupakan hasil survei nasional dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Secara internal, Dishub Jateng memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk ke wilayah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi tersebut. Prediksi ini menjadi dasar kuat bagi langkah antisipasi guna menjamin kelancaran dan keselamatan seluruh pemudik.

    Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026: Posko Diperpanjang, CCTV Aktif

    “Yang masuk Jawa Tengah jumlahnya cukup besar. Secara nasional, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” ujar Arief Djatmiko saat Jateng Bicara di Studio Jateng Radio, Banyumanik, Kamis (26/2/2026).

    Untuk memaksimalkan layanan, posko Lebaran akan beroperasi lebih lama, yakni mulai H-8 (13 Maret) hingga H+7 (30 Maret 2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026. Posko akan memantau titik-titik rawan melalui CCTV di pusat keramaian seperti Pasar Gombong, serta jalur utama di Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Simpang Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng, hingga Bayeman–Purbalingga. Selain memantau kepadatan lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tinggi. Akses CCTV daring nantinya dapat dimanfaatkan pemudik untuk memantau kondisi lalu lintas dan kesiapan infrastruktur jalan secara real-time.

    Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi Umum untuk Mudik Lebaran 2026

    Terkait kondisi jalan, Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUPR) untuk memastikan kemantapan jalan provinsi. Perbaikan terus dilakukan menyusul penurunan kualitas aspal akibat tingginya curah hujan. Untuk inspeksi kendaraan atau ramp check, Arief menegaskan pemeriksaan akan dilakukan secara ketat. Kendaraan yang tidak memenuhi syarat laik jalan, tidak diizinkan beroperasi demi keselamatan bersama.

    Pemeriksaan berlaku menyeluruh, baik untuk bus umum, armada mudik gratis Pemprov Jateng, Terminal Tipe B yang dikelola provinsi, maupun Terminal Tipe A yang dikelola pemerintah pusat. Pengawasan juga diperluas ke titik rawan dan kawasan wisata.

    “Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Misalnya berangkat 28 Maret, dicek 27 Maret. Jika tidak laik, pasti tidak jalan,” tegas Arief Djatmiko.

    Dalam rilis Kementerian Perhubungan, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat (30,97 juta orang), diikuti DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang). Dari sisi tujuan, arus terbesar memang mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), disusul Jawa Timur (27,29 juta orang), dan Jawa Barat (25,09 juta orang).

    Berdasarkan survei BKT Kemenhub, moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi (76,24 juta orang), sepeda motor (24,08 juta orang), dan bus (23,34 juta orang). Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol (50,63 juta orang), sedangkan pengguna sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif non-utama (8,65 juta orang).

    Imbauan Keselamatan untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2026

    Melihat tingginya angka pemudik dan beragam moda transportasi yang digunakan, Arief Djatmiko mengimbau seluruh pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan.

    “Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan laik jalan. Jika membawa kendaraan pribadi, siapkan kesehatan, fisik, dan kondisi kendaraan. Taatilah aturan lalu lintas,” pungkas Arief.

    Dengan persiapan matang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kesadaran masyarakat, diharapkan Mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi jutaan orang yang ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

  • Mahasiswa Semarang Gelar Salat Gaib di Polda Jateng: Suarakan Tuntutan Reformasi Polri

    Mahasiswa Semarang Gelar Salat Gaib di Polda Jateng: Suarakan Tuntutan Reformasi Polri

    BULETINCILACAP – Puluhan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di Semarang menggelar aksi solidaritas di halaman Markas Polda Jawa Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, pada Kamis (26/2/2026) malam. Aksi ini dilancarkan sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya pelajar AT (14) di Maluku akibat penganiayaan oknum Brimob, sekaligus menyuarakan tuntutan tegas untuk reformasi Polri.

    Massa yang mulai bubar sekitar pukul 19.00 WIB ini, memulai aksi mereka dengan melaksanakan salat gaib, dilanjutkan dengan tabur bunga dan menyalakan lilin sebagai simbol belasungkawa. Selain itu, mereka juga membagikan takjil kepada masyarakat sekitar dan peserta aksi yang belum berbuka puasa. Puncak aksi ditandai dengan teatrikal yang menggambarkan insiden penganiayaan terhadap pelajar AT oleh oknum Brimob di Tual, Maluku.

    Mengekspresikan Kegeraman atas Kekerasan Aparat

    “Kita tadi salat gaib dalam rangka mengirimkan doa, kemudian juga bentuk belasungkawa kita terhadap kematian dari saudara kita yang dibunuh di Maluku. Saya rasa semua kawan-kawan kita dari penjuru Indonesia semua murka, kesal, dan kita mau ungkapkan hal tersebut dengan demonstrasi hari ini,” tegas Kevin Kurnia Priambodo, Ketua BEM Polines, di lokasi aksi.

    Kevin menambahkan, aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap tindakan oknum aparat penegak hukum yang berujung pada hilangnya nyawa seorang pelajar. Mahasiswa menilai kinerja Polri saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik dan mendesak adanya perubahan signifikan.

    Desakan Komprehensif: Dari Reformasi Polri hingga Pencopotan Jabatan

    Dengan mengenakan almamater masing-masing kampus, para mahasiswa membentangkan sejumlah poster berisi keresahan mereka. Tuntutan utama yang dibawa dalam aksi **solidaritas mahasiswa Semarang** ini adalah reformasi Polri secara menyeluruh. Mereka menyoroti Tim Reformasi Polri yang hingga kini dinilai belum menunjukkan progres signifikan, bahkan cenderung mengalami kemunduran, terutama di bawah kepemimpinan Menko Yusril.

    Selain itu, massa juga menuntut pencabutan jabatan (reshuffle) terhadap seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Kapolri, Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek. Tuntutan lain adalah agar aparat kepolisian menarik diri dari berbagai program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan fokus sepenuhnya pada tugas mengamankan masyarakat.

    Tidak hanya itu, massa juga mendesak pencopotan Menteri HAM, Natalius Pigai, karena pernyataannya yang menyebut penolakan MBG sama dengan menentang HAM. Mahasiswa berpandangan bahwa semua pejabat yang saat ini menduduki posisi strategis dinilai inkompeten dan dirancang untuk menyenangkan pihak tertentu.

    Masa Depan Aksi dan Harapan Perubahan

    Kevin Kurnia Priambodo menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius, aksi-aksi lanjutan akan terus digencarkan setelah bulan Ramadan. Harapan besar tersemat pada gerakan **solidaritas mahasiswa Semarang** ini, agar menjadi pengingat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk kembali pada marwahnya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, serta mendorong reformasi institusi yang lebih transparan dan akuntabel.

  • Dewan pimpinan cabang DPC PDIP Cilacap mengelar Rapat PAC Dalam rangka penjaringan calon Ketua PAC, ranting hingga anak ranting, DPC PDIP Kabupaten Cilacap.

    Dewan pimpinan cabang DPC PDIP Cilacap mengelar Rapat PAC Dalam rangka penjaringan calon Ketua PAC, ranting hingga anak ranting, DPC PDIP Kabupaten Cilacap.

    BULETINCILACAP – Kegiatan yang digelar di Gedung In Door Tennis ini, diikuti sekitar 1.300 orang pengurus PAC, ranting dan anak ranting, terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Selasa 17/2/2026

    Ketua DPC PDI Perjuangan Cilacap, Anggit Adi Juwita menegaskan, dalam penjaringan yang dilakukan, bersifat terbuka atau open recruitment.

    “Kami dari DPC memberikan kemerdekaan yang semerdeka merdekanya bagi semua kader bisa mengusulkan kader terbaiknya, putra daerah di masing-masing wilayah,” ujarnya.

    “Tentunya yang bisa menjadi representasi bagi PDI Perjuangan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Cilacap, dengan harapan PDI Perjuangan di Cilacap semakin besar,” lanjut Anggit.

    Diketahui, Rapat PAC diperluas yang digelar PDI Perjuangan Cilacap ini, selain rangkaian tahapan reorganisasi kepengurusan lima tahunan partai, juga persiapan struktur organisasi menjelang agenda politik ke depan.

    “Nanti hasil Rapat PAC diperluas pada hari ini akan kami rekapitulasi dan dirapatkan kembali, kemudian menunggu arahan dan intruksi dari DPD serta DPP,” kata Anggit.

    “Dan target kita tentu yang terbaik di pemilu nanti. Perlu diketahui, bahwa PDIP Cilacap pernah di angka terringgi 17 kursi tahun 1999, tentunya kita harus bisa diatasnya,” imbuhnya.

    Di lain hal, menyikapi restrukturisasi partai, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai hal tersebut bagian dari dinamika politik dan merupakan hal yang biasa di dalam kepartaian.

    “Kader PDIP identik dengan keluwesan dan kesolidan, tidak ada perpecahan. Artinya kami tetap solid. Kalaupun ada dinamika-dinamika politik yang hari ini ada karena restrukturisasi itu biasa di semua partai politik,” ungkap Anggit.

    Anggit pun berpesan kepada para pengurus yang baru, untuk menjaga tali silaturahmi baik dengan sesepuh-sesepuh partai atau mereka yang sudah tidak masuk di dalam kepengurusan.

    “Saya berharap untuk pengurus yang baru bisa tetap bersilaturahmi supaya keluarga besar PDIP, khususnya di Cilacap, tetap dalam satu cinta kasih yang tidak ada habisnya,” ujarnya.

    Disamping itu, Anggit juga memerintahkan seluruh kader PDI Perjuangan harus berada di jalan perjuangan rakyat. Hal ini sesuai perintah Ketua Umum Megawati.

    “Kita semua harus turun menyerap aspirasi masyarakat secara presisi, dan kita harus punya langkah-langkah kongkrit tentunya untuk kepentingan ataupun kebutuhan masyarakat di Cilacap,” pungkasnya.

  • Puncak HUT ke-18 Gerindra, Ribuan Warga Cilacap Padati Lapangan Krida Gumilir Ikuti Senam Sehat dan Pesta Rakyat

    Puncak HUT ke-18 Gerindra, Ribuan Warga Cilacap Padati Lapangan Krida Gumilir Ikuti Senam Sehat dan Pesta Rakyat

    BULETINCILACAP – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Kabupaten Cilacap mencapai puncaknya pada Sabtu (14/2/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, tumpah ruah memadati Lapangan Krida Gumilir untuk mengikuti kegiatan “Senam Sehat Berhadiah”.

    Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cilacap, Suyatno, S.H., menjelaskan bahwa acara senam sehat ini merupakan penutup dari serangkaian kegiatan panjang yang telah digelar partai berlambang kepala burung garuda tersebut dalam rangka mensyukuri usia ke-18 tahun.

    “Ini merupakan rangkaian terakhir. Sebelumnya, kita awali dengan syukuran, lalu bakti sosial di lingkungan kantor DPC, hiburan kebudayaan asli Jawa berupa Kuda Lumping, serta pengobatan massal gratis yang digelar beberapa hari lalu,” ungkap Suyatno saat ditemui di lokasi acara.

    Bupati Hadir dan Berikan Dukungan

    Acara tersebut semakin spesial dengan kehadiran Bupati Cilacap di tengah-tengah ribuan peserta. Suyatno mengapresiasi kehadiran orang nomor satu di Cilacap tersebut sebagai bentuk sinergi yang positif antara pemerintah daerah dan partai politik.

    “Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang hadir. Beliau sangat support kepada partai-partai politik di Cilacap, khususnya Gerindra. Kami seiring sejalan untuk memperjuangkan Cilacap agar lebih maju,” tambah Suyatno yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Cilacap.

    Hiburan yang “Hype” dan Banjir Hadiah

    Pemilihan kegiatan senam sehat sebagai acara puncak bukan tanpa alasan. Menurut Suyatno, senam merupakan kegiatan yang sedang tren (hype in) saat ini dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. Selain menyehatkan, kegiatan ini menjadi jembatan bagi partai untuk menyapa rakyat dengan cara yang menghibur dan tidak rumit.

    Untuk memeriahkan suasana, panitia menyediakan beragam doorprize menarik, mulai dari sepeda listrik, sepeda MTB, kulkas, mesin cuci, TV berwarna, hingga peralatan rumah tangga lainnya yang dibagikan secara objektif kepada warga yang beruntung. Panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik “New Maulana”.

    Makna Tema: Kompak, Bergerak, Berdampak

    Mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”, DPC Gerindra Cilacap berharap momentum ulang tahun ini menjadi refleksi kinerja partai.

    “Tema ini seperti visi kami. Artinya kita selalu bergerak terus, kompak menjadi satu, dan dampaknya adalah untuk kepentingan masyarakat banyak,” jelas Suyatno.

    Melalui kegiatan ini, Suyatno berharap masyarakat dapat menilai secara langsung kinerja dan kedekatan wakil-wakil mereka di Partai Gerindra. “Ini adalah upaya kami memberikan hiburan. Monggo masyarakat yang menilai, apakah kegiatan ini bisa diterima dan bermanfaat,” pungkasnya.

  • Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Cilacap, Dewan Kehormatan dan Pengurus Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Cilacap, Dewan Kehormatan dan Pengurus Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    BULETIN CILACAP – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap secara resmi memiliki Dewan Kehormatan dan Pengurus baru untuk masa bakti 2026 hingga 2031. Pelantikan tersebut sekaligus menandai kembalinya Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M., mantan Sekretaris Daerah Cilacap, untuk memimpin organisasi kemanusiaan ini selama periode lima tahun ke depan.

    Kepengurusan baru ini dilantik setelah Drs. Farid Ma’ruf terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kabupaten Cilacap dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2026. Penetapan dan pelantikan pengurus serta dewan kehormatan yang baru ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan peran PMI dalam layanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah Cilacap.

    Farid Ma’ruf Terpilih Aklamasi dalam Muskab 2026

    Proses pemilihan Ketua PMI Cilacap periode 2026–2031 telah dilaksanakan melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam Muskab tersebut, Drs. Farid Ma’ruf kembali mendapat kepercayaan penuh dari seluruh peserta dan terpilih secara aklamasi.

    Farid Ma’ruf, yang telah berpengalaman dalam birokrasi dan kepemimpinan, menyatakan komitmennya untuk membawa PMI Cilacap menjadi organisasi yang lebih profesional dan siap siaga.

    “Kepercayaan yang diberikan kembali ini adalah amanah besar. Kami akan segera menyusun program kerja yang terencana dan terukur, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan darah dan kesiapsiagaan bencana di Cilacap,” ujar Farid Ma’ruf dalam sambutannya. “PMI harus hadir lebih cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.”

    Penekanan PMI Provinsi: Segera Susun Program Prioritas

    Dalam acara pelantikan tersebut, perwakilan dari PMI Provinsi Jawa Tengah memberikan penekanan khusus kepada kepengurusan yang baru. Plt. Kepala PMI Provinsi Jawa Tengah, Hartanto, yang hadir pada rangkaian acara Muskab, sebelumnya telah meminta agar pengurus yang baru segera dibentuk.

    “Kepengurusan baru harus segera dibentuk dan menjalankan program-program yang telah direncanakan. Program-program tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan rutin, tetapi juga harus inovatif dan adaptif terhadap tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks,” kata Hartanto.

    PMI Provinsi juga menekankan pentingnya penguatan basis relawan dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap serta berbagai pihak terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan respons cepat dalam setiap situasi darurat.

    Fokus PMI Cilacap Masa Bakti 2026–2031

    Kepengurusan PMI Cilacap di bawah kepemimpinan Farid Ma’ruf untuk masa bakti 2026–2031 akan memfokuskan diri pada beberapa program prioritas, antara lain:

    1. Penguatan Unit Donor Darah (UDD): Memastikan ketersediaan stok darah yang aman dan berkualitas secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat Cilacap.

    2. Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana: Mengembangkan kapasitas relawan dan peralatan untuk merespons bencana, mengingat Cilacap merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana yang tinggi.

    3. Pengembangan Sumber Daya: Melakukan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi relawan muda (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) untuk menjamin regenerasi dan kualitas layanan.

    4. Tata Kelola Organisasi: Menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana dan sumber daya organisasi.

    Dengan dilantiknya Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI yang baru, diharapkan PMI Kabupaten Cilacap dapat terus menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Cilacap.

  • Siti Mukaromah Dorong Konektivitas Jasela Jawa Selatan Lewat Penguatan Infrastruktur Wisata Cilacap

    Siti Mukaromah Dorong Konektivitas Jasela Jawa Selatan Lewat Penguatan Infrastruktur Wisata Cilacap

    BULETINCILACAP – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Siti Mukaromah, menegaskan dukungannya terhadap pembangunan dan pemanfaatan Jalur Selatan-Selatan Jawa (Jasela). Dukungan ini secara spesifik disalurkan melalui penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diharapkan mampu mendongkrak konektivitas dan perekonomian lokal.

    Pernyataan tersebut disampaikan Siti Mukaromah dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik (Kunker Spesifik) masa reses ke Pantai Widarapayung, Kecamatan Binangun, Desa Binangun, Cilacap, baru-baru ini. Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan potensi dan kendala di lapangan, khususnya terkait fasilitas pariwisata yang berdekatan langsung dengan jalur strategis Jasela.

    Dalam kunjungannya, Siti Mukaromah menyoroti pentingnya jalur Jasela sebagai urat nadi ekonomi baru. Namun, ia menemukan bahwa infrastruktur pendukung pariwisata di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius.

    “Kunjungan kerja spesifik kami ke Cilacap, khususnya di Pantai Widarapayung ini adalah untuk memastikan bahwa pembangunan Jalur Selatan-Selatan Jawa ini betul-betul dikoneksikan dengan sentra ekonomi baru, salah satunya adalah sektor pariwisata,” ujar Siti Mukaromah.

    Prioritas Kebutuhan Infrastruktur Dasar

    Siti Mukaromah menjelaskan bahwa meskipun Pantai Widarapayung memiliki potensi wisata yang besar, fasilitas dasarnya masih jauh dari memadai. Ia menyebutkan secara spesifik kebutuhan mendesak, seperti sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK), lahan parkir yang representatif, serta akses jalan yang perlu diperbaiki.

    “Sarana dan prasarana dasar seperti toilet, parkir, dan akses jalan ke objek wisata menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan. Bagaimana turis mau datang kalau fasilitas dasar saja belum layak?” tegasnya.

    Menurutnya, penguatan infrastruktur dasar ini merupakan kunci agar konektivitas Jasela dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi.

    Aksi Nyata Melalui Kemitraan BUMN

    Menindaklanjuti temuan di lapangan, Komisi VI DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengambil langkah konkret. Siti Mukaromah menyatakan akan mendorong BUMN yang menjadi mitra Komisi VI untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata Cilacap.

    “Kami akan mengajak BUMN, yang menjadi mitra kerja kami di Komisi VI, untuk dapat berpartisipasi dan membantu permodalan atau anggaran guna pembangunan fasilitas penunjang pariwisata di sini,” jelas Politisi dari Fraksi PKB ini.

    Komisi VI berharap keterlibatan BUMN dapat mempercepat peningkatan kualitas objek wisata lokal. Dengan perbaikan infrastruktur, Jalur Selatan-Selatan Jawa diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung, melainkan juga katalisator pembangunan daerah Cilacap secara menyeluruh.