Tag: Timnas Indonesia

  • PSSI Awards 2026: Masa Voting Diperpanjang Hingga 20 Maret, Ada Tiket FIFA Series!

    PSSI Awards 2026: Masa Voting Diperpanjang Hingga 20 Maret, Ada Tiket FIFA Series!

    BULETINCILACAP – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan perpanjangan periode pemungutan suara elektronik (online voting) untuk ajang PSSI Awards 2026. Keputusan ini, yang diumumkan pada 27 Februari 2026, memberikan kesempatan tambahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi hingga 20 Maret 2026. Perpanjangan ini bertujuan mengakomodasi antusiasme publik yang tinggi dalam menentukan pemenang di berbagai kategori, dengan tawaran hadiah eksklusif berupa tiket pertandingan FIFA Series 2026 bagi para pemilih yang beruntung.

    Ajang penghargaan tahunan yang telah dibuka sejak 6 Januari ini menunjukkan tren partisipasi yang sangat positif. Persaingan ketat terlihat di berbagai kategori. Untuk “Men’s Player of the Year”, tembok pertahanan timnas, Jay Idzes, memimpin tipis atas Rizky Ridho. Sementara itu, duel tak kalah panas tersaji di sektor penjaga gawang putra, di mana Maarten Paes dan Emil Audero terlibat dalam persaingan perolehan suara yang sangat ketat. Di sektor putri atau “Women’s Player of the Year”, persaingan melibatkan nama-nama seperti Viny Silfianus, Gea Yumanda, dan Vivi Oktavia Riski. Selain itu, publik juga menyoroti kategori pemain muda terbaik serta momen-momen teknis di lapangan, mulai dari gol terbaik, assist terbaik, hingga penyelamatan terbaik sepanjang musim kompetisi.

    Dorong Partisipasi Aktif dan Transparansi dalam PSSI Awards

    Melalui kerja sama dengan PT Garuda Sepak Bola Indonesia (PT GSI), PSSI tidak hanya menyediakan kanal voting digital melalui laman resmi https://awards.pssi.org/, tetapi juga telah memfasilitasi aktivasi offline. Masyarakat sebelumnya telah difasilitasi melalui booth yang hadir di titik strategis seperti Stasiun MRT Blok M dan MRT Bundaran HI. Perpanjangan waktu ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi pencinta sepak bola nasional untuk memberikan suaranya secara objektif.

    “Antusiasme masyarakat terhadap PSSI Awards 2026 sungguh luar biasa. Perpanjangan masa voting ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap dukungan tak terbatas dari para penggemar sepak bola nasional,” ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI. “Kami berharap lebih banyak lagi suara yang masuk untuk memastikan para pemenang benar-benar pilihan terbaik dari seluruh rakyat Indonesia, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Tim Nasional.”

    Partisipasi aktif masyarakat dianggap sebagai elemen vital dalam menjaga transparansi dan keterbukaan dalam pemilihan pemenang tahun ini. Seluruh proses ini dirancang untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap perkembangan sepak bola tanah air, sejalan dengan program FIFA yang terus mendukung penguatan struktur sepak bola di tiap anggota asosiasi.

    Ragam Kategori Apresiasi Insan Sepak Bola Indonesia

    PSSI Awards 2026 menyediakan 17 kategori penghargaan yang dikelompokkan ke dalam dua pilar utama: Performance Awards serta Special Recognition Awards. Pada pilar Performance Awards, terdapat sembilan kategori yang dikhususkan bagi apresiasi atas performa individu pemain sepanjang musim. Cakupannya meliputi pemilihan pemain terbaik, kiper terbaik, pemain muda potensial, hingga penghargaan untuk aspek teknis seperti gol, umpan matang (assist), dan aksi penyelamatan paling impresif.

    Di sisi lain, Special Recognition Awards menjadi bentuk penghormatan bagi pihak-pihak, baik perorangan maupun lembaga, yang dianggap membawa dampak besar bagi kemajuan sepak bola tanah air. Kelompok ini memberikan apresiasi kepada perangkat pertandingan (wasit), asosiasi tingkat provinsi, inisiatif pembinaan usia dini, kelompok suporter, hingga sosok penting yang bekerja di balik layar kesuksesan tim.

    PSSI Awards, Apresiasi untuk Kemajuan Sepak Bola Indonesia

    Dengan perpanjangan masa voting dan beragam kategori penghargaan, PSSI Awards 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang apresiasi. Ini adalah platform untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam merayakan prestasi dan mendorong kemajuan sepak bola Indonesia. Partisipasi aktif hingga 20 Maret mendatang akan menjadi penentu siapa saja yang berhak menyandang gelar terbaik di kancah sepak bola nasional, sekaligus memupuk semangat kebersamaan para pencinta sepak bola di seluruh pelosok negeri, termasuk di Cilacap.

  • Media Italia Ramai Sebut Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Diincar Juventus

    Media Italia Ramai Sebut Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Diincar Juventus

    BULETINCILACAP – Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, dikabarkan menjadi target incaran raksasa Serie A Italia, Juventus, untuk musim depan. Rumor ini merebak setelah media olahraga terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport, melaporkan adanya potensi perombakan di posisi penjaga gawang Bianconeri.

    Laporan yang dilansir oleh ANTARA pada Jumat (27/2/2026) menyebutkan bahwa penampilan beberapa kiper Juventus saat ini, seperti Michele Di Gregorio dan Mattia Perin, dinilai belum sepenuhnya memuaskan manajemen klub. Situasi ini membuka lebar peluang bagi perubahan komposisi penjaga gawang pada bursa transfer musim panas mendatang, dengan nama Emil Audero digadang-gadang sebagai salah satu buruan utama.

    Potensi Perombakan Total dan Status Kontrak

    Kabar mengenai ketertarikan Juventus terhadap Emil Audero semakin kuat mengingat status kiper kelahiran Mataram tersebut yang merupakan lulusan akademi Juventus. Selain itu, kontrak Audero bersama Cremonese akan berakhir pada akhir musim ini, menjadikannya opsi menarik secara finansial bagi klub Turin.

    Berbicara soal penjaga gawang, besar kemungkinan Juventus akan melakukan perombakan total musim panas ini. Perin, yang kontraknya berakhir pada 2027, sudah menyatakan keinginan untuk menjadi starter sejak tahun lalu, sementara (Carlo) Pinsoglio (kiper ketiga), yang akan berusia 36 tahun pada Maret, bisa saja memutuskan pensiun. Karena itu, Juventus juga memantau sejumlah kiper papan menengah Serie A: Ivan Provedel (Lazio), Lorenzo Montipò (Verona), Wladimiro Falcone (Lecce), Federico Ravaglia (Bologna), serta Emil Audero (Cremonese) yang kontraknya habis pada Juni dan merupakan lulusan akademi Juventus—detail penting agar tidak menghabiskan slot skuad Serie A dan Liga Champions.

    Peran Emil Audero dan Target Kiper Utama Juventus

    Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Emil Audero tidak diproyeksikan sebagai kiper utama Juventus. Ia lebih dipertimbangkan untuk menjadi pelapis atau kiper kedua jika transfer ini terwujud. Pengalamannya di Serie A dan statusnya sebagai “produk asli” Juventus yang tidak akan memakan slot pemain non-UE di skuad adalah nilai plus yang diperhitungkan.

    Untuk posisi kiper utama, Juventus mengarahkan perhatian pada kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, dengan harapan menemukan sosok penjaga gawang jangka panjang. Namun, persaingan untuk merekrut Vicario diperkirakan ketat, mengingat Inter Milan juga disebut-sebut berminat. Jika upaya tersebut tidak berhasil, Marco Carnesecchi dari Atalanta disebut sebagai alternatif lain.

    Masa Depan Audero: Kembali ke Rumah Lama?

    Emil Audero pertama kali masuk tim senior Juventus pada tahun 2015 dan sempat meraih tiga gelar Liga Italia sebelum pindah permanen ke Sampdoria pada 2019. Musim ini, ia memperkuat Cremonese dan mencatat tujuh clean sheet dari 22 penampilannya. Jika rumor ini menjadi kenyataan, kepulangan Emil Audero ke Juventus akan menjadi cerita menarik bagi para penggemar sepak bola Indonesia.

    Masa Depan Gemilang Kiper Timnas di Liga Italia?

    Kabar ketertarikan Juventus terhadap Emil Audero tentu menjadi sorotan. Meskipun kemungkinan besar sebagai kiper pelapis, bergabungnya Emil dengan salah satu klub raksasa Italia akan menjadi langkah besar dalam kariernya dan kebanggaan bagi sepak bola Indonesia. Kita tunggu saja perkembangan bursa transfer musim panas nanti.

  • Maarten Paes Blak-blakan Ungkap Ambisi Besar di Ajax Amsterdam Usai Debut Impresif

    Maarten Paes Blak-blakan Ungkap Ambisi Besar di Ajax Amsterdam Usai Debut Impresif

    BULETINCILACAP – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mengungkapkan ambisi besarnya bersama raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, usai melakoni debutnya di Eredivisie. Paes, yang baru bergabung pada bursa transfer musim dingin 2026 dari FC Dallas, tidak hanya mengincar posisi utama, namun juga peran kepemimpinan di ruang ganti tim ibu kota Belanda tersebut.

    Paes direkrut Ajax Amsterdam dengan nilai transfer 1,25 juta euro pada hari terakhir bursa transfer, menyusul kepergian Remko Pasveer ke Heracles Almelo. Meski demikian, kiper berusia 27 tahun ini tidak langsung menjadi pilihan pertama dan harus menunggu hampir tiga pekan untuk mencatatkan penampilan perdananya. Debutnya terjadi saat Ajax menghadapi mantan klubnya, NEC Nijmegen, di Liga Belanda atau Eredivisie. Dalam pertandingan tersebut, Paes tampil cukup sibuk dengan mencatat tujuh penyelamatan gemilang, meskipun satu gol sempat bersarang ke gawangnya dari sepakan Darko Nejasmic, membuat laga berakhir imbang 1-1 dan Ajax membawa pulang satu poin.

    Pengalaman Kepemimpinan Maarten Paes di Dallas Menjadi Bekal

    “Sejak hari pertama, saya menunjukkan kehadiran saya dalam rapat, sesi latihan, dan bahkan selama pertandingan,” ungkap Paes. Ia menambahkan, “Di FC Dallas, saya banyak belajar, termasuk mengambil peran kepemimpinan. Saya bahkan menjadi kapten di sana. Saya pikir saya juga bisa menjadi pemimpin di Ajax. Tapi pertama-tama, Anda harus mendapatkan rasa hormat dari rekan satu tim Anda.”

    Siap Mengukir Sejarah di Jantung Pertahanan Ajax

    Dengan tinggi 192 cm dan pengalaman yang mumpuni, Maarten Paes diharapkan bisa menjadi pilar penting di lini belakang Ajax Amsterdam. Perjalanan untuk mengamankan posisi utama dan menjadi pemimpin di salah satu klub tersukses di Belanda ini tentu akan menjadi sorotan, terutama bagi para penggemar Timnas Indonesia. Ambisi besar Paes ini menunjukkan mentalitas seorang pemenang yang siap menghadapi tantangan di level tertinggi sepak bola Eropa.

  • Jadwal Timnas Indonesia FIFA Series 2026: Ujian Perdana John Herdman di Gelora Bung Karno

    Jadwal Timnas Indonesia FIFA Series 2026: Ujian Perdana John Herdman di Gelora Bung Karno

    BULETINCILACAP – Tim Nasional Indonesia siap menghadapi ajang FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada tanggal 27 dan 30 Maret 2026. Turnamen ini akan menjadi panggung debut penting bagi pelatih baru Skuad Garuda, John Herdman, dalam menguji kekuatan dan filosofi timnya melawan tiga negara dari benua berbeda: Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.

    FIFA Series 2026 bukan sekadar laga persahabatan, melainkan platform strategis bagi PSSI untuk mengevaluasi kekuatan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Herdman, yang baru diperkenalkan pada Januari lalu menggantikan Patrick Kluivert. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan akan menjamu Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan Saint Kitts and Nevis (CONCACAF).

    Debut Herdman dan Strategi PSSI

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa ajang ini sangat vital untuk mengasah mental dan taktik Jay Idzes dkk. Melawan tim dengan variasi gaya bermain yang berbeda akan menjadi tantangan sempurna, sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemain untuk memahami filosofi pelatih baru asal Inggris tersebut.

    “Ajang ini tak hanya menjadi uji coba yang baik bagi pelatih baru, John Herdman, tetapi juga kesempatan bagi para pemain Timnas Indonesia untuk menjajal kemampuan dan gaya bermain berbeda dari konfederasi berbeda,” ungkap Erick Thohir pada Senin (23/2/2026), dikutip dari Bolasport.

    Ancaman ‘British Style’ Saint Kitts and Nevis

    Dalam laga perdana, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026. Erick Thohir secara khusus memberikan peringatan mengenai gaya bermain bergaya “British” yang melekat pada Saint Kitts and Nevis, yang dikenal mengandalkan keunggulan fisik dan determinasi tinggi. Gaya permainan ini, dengan efisiensi dan serangan langsung, dapat menjadi ancaman mematikan bagi pertahanan Skuad Garuda.

    “Di pertandingan pertama, Timnas Indonesia akan melawan Saint Kitts and Nevis, yang merupakan bekas koloni Inggris. Gaya main mereka banyak mengadopsi gaya British dan juga mengandalkan serangan balik,” jelas Erick Thohir.

    Variasi Lawan, Variasi Ujian

    Apabila mampu mengalahkan Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia berpeluang melaju ke babak final untuk menghadapi Bulgaria atau Kepulauan Solomon. Kedua tim ini juga menawarkan tantangan yang berbeda. Kepulauan Solomon dikenal dengan teknik individu yang tinggi berkat pengalaman di futsal, sementara Bulgaria mewakili kekuatan Eropa Timur dengan permainan disiplin, pragmatis, dan memanfaatkan kesalahan lawan.

    Agenda Lengkap FIFA Series 2026 di Jakarta

    Berikut adalah jadwal pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta:

    Jumat, 27 Maret 2026

    • 15.30 WIB: Kepulauan Solomon vs Bulgaria
    • 20.00 WIB: Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

    Senin, 30 Maret 2026

    • 15.30 WIB: Tim Kalah M1 vs Tim Kalah M2
    • 20.00 WIB: Tim Menang M1 vs Tim Menang M2 (Final)

    Membangun Kekuatan Menuju Piala Dunia 2030

    Erick Thohir berharap FIFA Series 2026 ini menjadi fondasi penting bagi Timnas Indonesia di era pelatih baru. Dengan kontrak dua tahun yang berpotensi diperpanjang, John Herdman diharapkan dapat menjadi katalis untuk membangun kembali kekuatan Skuad Garuda di panggung internasional, demi mencapai target PSSI untuk tampil di Piala Dunia 2030. Oleh karena itu, pemanfaatan ajang ini dengan sebaik-baiknya menjadi krusial bagi masa depan sepak bola Indonesia.

  • Erick Thohir Sambut FIFA Series 2026 Jakarta: Ujian Sesungguhnya Timnas Indonesia Hadapi 3 Benua

    Erick Thohir Sambut FIFA Series 2026 Jakarta: Ujian Sesungguhnya Timnas Indonesia Hadapi 3 Benua

    BUPATICILACAP – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut baik gelaran FIFA Series 2026 yang akan menjadikan Jakarta sebagai salah satu tuan rumah. Turnamen ini dianggap sebagai panggung ideal bagi Timnas Indonesia untuk menguji kemampuan menghadapi kekuatan dari tiga benua berbeda di bawah asuhan pelatih baru, John Herdman, pada tanggal 27 dan 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

    FIFA secara resmi telah mengumumkan jadwal FIFA Series 2026, dan penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah menjadi kehormatan sekaligus tantangan bagi sepak bola Indonesia. Selain Timnas Indonesia, ajang ini juga akan diramaikan oleh tim-tim dari konfederasi yang berbeda, yakni Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), serta Saint Kitts dan Nevis (CONCACAF). Kesempatan ini dinilai sangat strategis untuk menyatukan visi skuad Garuda bersama pelatih anyar serta menambah pengalaman berharga dalam menghadapi gaya bermain yang beragam.

    Tantangan Tiga Benua Menanti Garuda di FIFA Series 2026

    Dalam keterangan resminya, Erick Thohir menekankan pentingnya FIFA Series 2026 sebagai ajang pembuktian. Ia menyoroti laga perdana Indonesia melawan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026 yang mengadopsi gaya British football dengan mengandalkan serangan balik cepat. Ujian berlanjut di laga kedua, di mana Indonesia akan bertemu pemenang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon, yang masing-masing menawarkan corak permainan berbeda—dari teknikalitas futsal ala Kepulauan Solomon hingga pragmatisme Eropa Timur dari Bulgaria.

    “Ajang ini tak hanya menjadi uji coba yang baik bagi pelatih baru, John Herdman, tapi juga kesempatan bagi para pemain timnas untuk menjajal kemampuan dan gaya bermain berbeda dari konfederasi berbeda. Di pertandingan pertama, Indonesia akan melawan Saint Kitts dan Nevis (CONCACAF), yang merupakan bekas koloni Inggris. Gaya main mereka banyak mengadopsi British football style, dan juga mengandalkan counter attack. Saya berharap, Timnas di era pelatih baru ini bisa memanfaatkan ajang ini untuk membangun kembali kekuatan Timnas.”

    Membangun Kekuatan Baru untuk Panggung Internasional

    FIFA Series 2026 menjadi fondasi penting bagi era baru Timnas Indonesia. Dengan pelatih anyar John Herdman dan tantangan dari tim-tim dengan latar belakang sepak bola yang beragam, PSSI berharap turnamen ini dapat menjadi katalisator untuk membangun kembali kekuatan dan mentalitas skuad Garuda. Pengalaman berharga ini diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia meraih prestasi lebih tinggi di kancah internasional.

  • Calvin Verdonk Kembali Starter, Bawa Lille Akhiri Paceklik Kemenangan di Liga Perancis

    Calvin Verdonk Kembali Starter, Bawa Lille Akhiri Paceklik Kemenangan di Liga Perancis

    BULETINCILACAP – Bek tangguh Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, tampil penuh inspirasi selama 83 menit saat membawa LOSC Lille meraih kemenangan penting 0-1 atas Angers di Stadion Raymond-Kopa, Minggu (22/2/2026) malam WIB. Hasil ini mengakhiri tren tanpa kemenangan Lille sejak awal tahun dan menjaga asa mereka di papan atas Liga Perancis.

    Kemenangan tipis ini menjadi sorotan setelah Lille menghadapi periode sulit di Liga Perancis 2025-2026, dengan catatan empat kekalahan dan dua hasil imbang dalam enam laga terakhir. Terakhir kali Les Dogues merayakan kemenangan adalah pada 14 Desember 2025 saat menundukkan Auxerre dengan skor 4-3. Gol tunggal penentu kemenangan Lille atas Angers dicetak oleh striker veteran Olivier Giroud melalui tendangan penalti pada menit 45+2, menyusul pelanggaran Jordan Lefort terhadap Tiago Santos di kotak terlarang.

    Peran Vital Calvin Verdonk dalam Strategi Lille

    Calvin Verdonk, yang kembali dipercaya tampil sebagai starter setelah absen dari susunan awal dalam lima pertandingan terakhir, menunjukkan performa solid di sisi kiri pertahanan Lille. Bek berusia 28 tahun ini tidak hanya bertugas menjaga pertahanan, tetapi juga aktif membantu serangan. Ia bahkan nyaris mencetak assist melalui umpan silangnya yang disambut sundulan Giroud, meski masih bisa diamankan kiper Angers. Verdonk bermain hingga menit ke-83 sebelum digantikan Romain Perraud, menandai kembalinya dia sebagai figur kunci dalam skema Bruno Genesio.

    Kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, tapi kami perlu mencetak lebih banyak gol. Apa yang perlu kami perbaiki? Kami hanya perlu lebih efisien, karena kami sudah menciptakan peluang. Kami perlu memastikan kemenangan dan kemudian tim ini akan baik-baik saja.

    Prospek Lille dan Calvin Verdonk di Sisa Musim

    Dengan kemenangan ini, LOSC Lille kini mengumpulkan 37 poin dan menempati posisi kelima klasemen Ligue 1, hanya terpaut tiga angka dari Marseille yang berada di zona Liga Champions. Bagi Calvin Verdonk, ini adalah penampilan ke-17 nya musim ini dengan satu assist. Konsistensi Verdonk yang telah mencatat 12 caps bersama Timnas Indonesia diharapkan dapat terus membantu Lille bersaing di papan atas dan mewujudkan target mereka untuk meraih tiket kompetisi Eropa musim depan.

  • Pelatih Ajax Amsterdam Puas dengan Debut Gemilang Maarten Paes: Performa Solid di Eredivisie!

    Pelatih Ajax Amsterdam Puas dengan Debut Gemilang Maarten Paes: Performa Solid di Eredivisie!

    BULETINCILACAP – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya melakoni laga perdana bersama klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dalam lanjutan Liga Belanda atau Eredivisie musim 2025-2026. Penampilan Paes yang solid saat melawan NEC Nijmegen pada Sabtu (21/2/2026) menuai pujian dari pelatih interim Ajax.

    Paes mendapat kepercayaan penuh untuk tampil sebagai starter setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera serius yang membuatnya harus menepi hingga akhir musim. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi Paes untuk menunjukkan kualitasnya di kancah sepak bola Eropa. Meski mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan, Ajax harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di kandang sendiri.

    Pujian Pelatih Interim Ajax untuk Debut Maarten Paes

    Pelatih interim Ajax, Fred Grim, tidak ragu memberikan sanjungan atas performa Paes. Menurutnya, keputusan untuk memainkan Paes sudah sangat tepat dan sang kiper mampu beradaptasi dengan cepat serta memberikan kontribusi signifikan di bawah mistar gawang.

    “Jika Anda membuat pilihan ini, Anda tidak melakukannya hanya untuk satu pertandingan. Saya sangat puas dengan penampilan Maarten, terutama mengingat dia sudah lama tidak bermain. Dia melakukan beberapa penyelamatan hebat dan sangat penting,” ujar Fred Grim seperti dilansir dari BolaSport.com.

    Grim menambahkan bahwa kesiapan pemain cadangan menjadi faktor krusial dalam kompetisi panjang, dan Paes telah membuktikan profesionalismenya serta respons cepat saat diberi kepercayaan. Di sisi lain, Paes sendiri mengaku senang bisa debut di klub sebesar Ajax, namun tidak menyembunyikan kekecewaannya karena tim gagal meraih tiga poin penuh. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa untuk melakukan debut saya di klub yang begitu hebat. Tapi sebagai Ajax, Anda selalu ingin menang,” kata Paes, menegaskan ambisi klub.

    Momen Penting Debut Paes di Eredivisie

    Maarten Paes menyadari posisinya sejak awal musim berada di belakang Jaros, namun ia tetap menerima situasi tersebut sambil menunggu kesempatan. “Saya tahu bahwa saya akan berada di belakang Jaros selama enam bulan pertama. Di musim panas, semuanya akan terbuka kembali. Saya menerima peran yang akan diberikan pelatih kepada saya. Tetapi saya yakin dapat menunjukkan kemampuan saya dan memenangkan persaingan baru,” tutup Paes, optimis menghadapi tantangan ke depan dalam persaingan untuk lolos ke Liga Champions.