Tag: Serie A

  • Parma Vs Cagliari Berakhir Imbang 1-1 di Ennio Tardini

    Parma Vs Cagliari Berakhir Imbang 1-1 di Ennio Tardini

    BULETINCILACAP – Pertandingan pekan ke-27 Liga Italia Serie A antara Parma dan Cagliari berakhir dengan skor imbang 1-1. Laga sengit ini berlangsung di Stadion Ennio Tardini, Parma, pada Jumat (27/2/2026) waktu setempat, di mana Gaetano Oristanio menjadi penyelamat Parma dengan gol penyama kedudukan di menit-menit akhir.

    Hasil seri ini membuat Parma berhasil naik satu peringkat ke posisi ke-11 klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi 33 poin dari 27 pertandingan. Sementara itu, Cagliari masih tertahan di peringkat ke-13 dengan 30 poin, tiga poin di bawah Parma.

    Jalannya Pertandingan dan Gol Krusial

    Pertandingan berlangsung alot sejak awal. Cagliari sempat mengancam lebih dulu pada menit kesembilan melalui tembakan Semih Kilicsoy yang berhasil diamankan kiper Parma, Edoardo Corvi. Parma membalas pada menit 39 lewat tendangan Mateo Pellegrino, namun Elia Caprile, penjaga gawang Cagliari, sigap mengamankannya.

    Kebuntuan pecah di babak kedua. Cagliari berhasil unggul pada menit ke-63 setelah Michael Folorunsho sukses mencetak gol lewat tembakan akuratnya, mengubah skor menjadi 1-0. Tertinggal satu gol, Parma meningkatkan intensitas serangan. Adrian Bernabe Garcia sempat menciptakan peluang pada menit 67, tetapi kembali digagalkan oleh Caprile.

    Perjuangan Parma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83. Gaetano Oristanio menjadi pahlawan bagi tuan rumah dengan tembakan yang membobol gawang Cagliari, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan.

    “Kami memang berharap meraih tiga poin di kandang, namun hasil imbang ini menunjukkan semangat juang tim kami untuk tidak menyerah hingga peluit akhir. Kami akan terus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya,” ujar Fabio Pecchia, pelatih kepala Parma, menanggapi hasil pertandingan ini.

    Evaluasi Klasemen dan Langkah Selanjutnya

    Hasil imbang ini memberikan satu poin penting bagi kedua tim dalam persaingan di papan tengah klasemen Serie A. Parma akan berusaha membangun momentum positif dari gol di menit akhir ini, sementara Cagliari akan mencari cara untuk kembali ke jalur kemenangan di laga-laga mendatang. Kompetisi Liga Italia dipastikan akan semakin menarik di sisa musim ini.

  • Kemenangan Dramatis Napoli: Gol Menit Akhir Lukaku Bungkam Hellas Verona

    Kemenangan Dramatis Napoli: Gol Menit Akhir Lukaku Bungkam Hellas Verona

    BULETINCILACAP – Napoli, sang juara bertahan Serie A, berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas tuan rumah Hellas Verona dalam laga pekan ke-27 yang berlangsung di Marc’Antonio Bentegodi pada Minggu, 1 Maret 2026. Gol penentu kemenangan dicetak Romelu Lukaku pada menit 90+6, memastikan tiga poin krusial bagi Partenopei.

    Pertandingan yang berlangsung sengit ini diawali dengan keunggulan cepat Napoli melalui sundulan Rasmus Hojlund di menit ke-2. Namun, Hellas Verona yang sedang berjuang di dasar klasemen tak menyerah begitu saja dan berhasil menyamakan kedudukan lewat Jean-Daniel Akpa Akpro pada menit ke-64.

    Drama Gol Penentu dari Lukaku

    Memasuki babak kedua, Napoli sempat kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah meskipun telah memasukkan Billy Gilmour dan Romelu Lukaku. Namun, momen krusial tiba di masa injury time. Lukaku, yang baru pulih dari cedera tendon parah, menunjukkan insting golnya dengan sontekan jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Giovane, mengunci kemenangan 2-1 untuk Napoli. Gol perdana Lukaku musim ini menjadi penanda kebangkitan bagi tim yang sempat terpuruk.

    “Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, tapi juga suntikan moral yang luar biasa bagi tim. Romelu menunjukkan kelasnya sebagai penyerang top dunia, dan kembalinya dia sangat berarti. Ini bukti bahwa kami memiliki mentalitas juara untuk terus berjuang,” ujar Antonio Conte, pelatih Napoli, usai pertandingan.

    Kebangkitan Sang Juara Bertahan

    Tiga poin ini sangat krusial bagi Napoli yang berstatus juara bertahan, terutama setelah rentetan hasil negatif di laga sebelumnya. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan posisi mereka di klasemen, tetapi juga membenamkan Hellas Verona semakin dalam di dasar klasemen sementara Serie A 2025-2026. Laga ini membuktikan kualitas mentalitas juara yang dimiliki oleh Partenopei.

  • Inter Milan Kunci Puncak Klasemen Usai Taklukkan Genoa 2-0: Gol Voli Spektakuler Dimarco Warnai Kemenangan

    Inter Milan Kunci Puncak Klasemen Usai Taklukkan Genoa 2-0: Gol Voli Spektakuler Dimarco Warnai Kemenangan

    BULETINCILACAP – Inter Milan sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Genoa 2-0 dalam laga lanjutan pekan ke-27 Liga Italia 2025-2026 di Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu (1/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini didapatkan berkat gol voli indah Federico Dimarco dan eksekusi penalti Hakan Calhanoglu, yang semakin mengokohkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen sementara Serie A.

    Pertandingan yang digelar di markas Inter Milan tersebut berlangsung ketat, namun dominasi tuan rumah terlihat sepanjang laga. Sejak peluit kick-off dibunyikan, Inter Milan langsung berupaya menciptakan peluang, termasuk percobaan Ange-Yoan Bonny di menit ke-16 yang masih bisa digagalkan kiper Genoa, Justin Bijlow. Kerja keras Inter akhirnya membuahkan hasil di pertengahan babak pertama.

    Gol Voli Federico Dimarco Pecah Kebuntuan di Giuseppe Meazza

    Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31. Federico Dimarco, yang menerima umpan lambung matang dari Henrikh Mkhitaryan, menunjukkan kelasnya dengan melepaskan sepakan voli memukau dari sudut sempit sisi kiri gawang. Bola meluncur deras ke pojok kanan gawang Genoa tanpa mampu dijangkau Bijlow, membawa Inter Milan unggul 1-0. Skor ini bertahan hingga turun minum, memberikan keunggulan moral bagi tuan rumah.

    Memasuki babak kedua, skuad asuhan Cristian Chivu tidak mengendurkan serangannya. Perubahan strategis dilakukan dengan memasukkan Hakan Calhanoglu dan Francesco Pio Esposito di menit ke-59 untuk menambah daya gedor di lini tengah dan depan. Strategi ini terbukti efektif dan beberapa menit kemudian Inter mendapatkan peluang emas untuk menggandakan keunggulan.

    Penalti Hakan Calhanoglu Kunci Kemenangan Inter Milan

    Di menit ke-69, Inter Milan mendapatkan hadiah penalti setelah pemain Genoa, Alex Amorim, melakukan handball di dalam kotak terlarang. Hakan Calhanoglu, yang baru saja masuk lapangan menggantikan Henrikh Mkhitryan, maju sebagai algojo. Dengan tenang dan presisi, ia mengarahkan bola ke kanan gawang, mengubah skor menjadi 2-0. Gol ini sekaligus menjadi gol terakhir yang tercipta dalam pertandingan tersebut, memastikan kemenangan penting bagi Inter Milan.

    “Kami sangat puas dengan performa malam ini. Kemenangan ini bukan hanya tentang tiga poin, tapi juga tentang menunjukkan konsistensi dan mental juara tim. Gol voli Dimarco sungguh luar biasa, dan Calhanoglu menunjukkan ketenangannya dalam mengeksekusi penalti. Kami harus terus fokus, jalan menuju scudetto masih panjang, namun kami berada di jalur yang tepat,” ujar pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, usai pertandingan.

    Inter Kokoh di Puncak Klasemen Liga Italia, Genoa Terancam Degradasi

    Kemenangan ini membawa Inter Milan semakin tak tergoyahkan di puncak klasemen Liga Italia dengan total 67 poin dari 27 pertandingan, unggul 13 angka dari pesaing terdekatnya, AC Milan. Sementara itu, kekalahan ini semakin menempatkan Genoa asuhan Daniele De Rossi dalam bayang-bayang zona degradasi. Mereka tertahan di peringkat ke-14 dengan 27 poin, terancam oleh tim-tim di bawahnya yang berjuang untuk bertahan di Serie A.

  • Dramatis! Atalanta Lolos 16 Besar Liga Champions Setelah Taklukkan Dortmund 4-1

    Dramatis! Atalanta Lolos 16 Besar Liga Champions Setelah Taklukkan Dortmund 4-1

    BULETINCILACAP – Atalanta secara dramatis memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions pada Kamis dini hari WIB (26/2/2026) setelah menumbangkan Borussia Dortmund 4-1 (agregat 4-3) di New Balance Arena, Bergamo. Kemenangan fantastis ini diraih berkat penalti di menit-menit akhir injury time, sekaligus menjaga kehormatan Serie A di kancah Eropa.

    Klub berjuluk La Dea tersebut menghadapi tugas berat setelah kalah 0-2 pada leg pertama di Jerman. Namun, tampil di hadapan pendukung sendiri, Atalanta langsung mengambil inisiatif dan menunjukkan semangat juang tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Hasil ini tidak hanya mengukir sejarah bagi Atalanta, tetapi juga menjadi sorotan publik sepak bola dunia mengingat dramatisnya jalannya pertandingan.

    Comeback Fantastis: Perjalanan Atalanta menuju 16 Besar

    Inisiatif Atalanta langsung membuahkan hasil. Gianluca Scamacca membuka skor pada menit kelima melalui sentuhan jarak dekat, memanfaatkan umpan silang Lorenzo Bernasconi. Gol cepat ini memantik semangat tim tuan rumah untuk terus menekan. Sebelum jeda babak pertama, Davide Zappacosta berhasil menyamakan kedudukan agregat melalui gol cantik dari luar kotak penalti yang sempat berbelok arah sebelum menjebol gawang Dortmund.

    Memasuki babak kedua, Mario Pasalic menambah keunggulan Atalanta menjadi 3-0 pada menit ke-57, membuat agregat menjadi 3-2 dan harapan lolos semakin nyata. Namun, Dortmund tidak menyerah. Karim Adeyemi mencetak gol balasan pada menit ke-75 melalui tembakan melengkung yang indah, kembali menyamakan agregat dan membuka peluang perpanjangan waktu.

    “Saya hanya fokus pada bola dan target. Ada tekanan besar, tapi saya percaya diri. Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari sejarah klub ini, mencetak gol yang membawa kami lolos. Ini adalah kemenangan untuk seluruh tim dan pendukung.”

    – Lazar Samardzic, Pencetak Gol Penalti Atalanta.

    Momen Kunci dan Kontroversi di Bergamo

    Pertandingan semakin memanas menjelang akhir waktu normal, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Momen penentu terjadi pada menit kelima masa tambahan waktu. Kesalahan fatal kiper Dortmund, Gregor Kobel, membuka peluang bagi Atalanta. Dalam situasi genting tersebut, Ramy Bensebaini melakukan pelanggaran berbahaya dengan mengangkat kaki tinggi dan mengenai kepala Nikola Krstovic.

    Setelah tinjauan VAR yang panjang, wasit Jose Maria Sanchez Martinez menunjuk titik putih penalti dan memberikan kartu kuning kedua untuk Bensebaini, yang berarti ia harus keluar lapangan. Lazar Samardzic yang dipercaya sebagai eksekutor, dengan tenang mengirim bola ke atap gawang dan memastikan kemenangan 4-1 bagi Atalanta, sekaligus tiket ke babak 16 besar. Keputusan ini memicu protes keras dari bangku cadangan Dortmund, bahkan bek Nico Schlotterbeck juga diganjar kartu merah dalam situasi tersebut.

    Atalanta Jaga Marwah Serie A dengan Comeback Heroik

    Keberhasilan Atalanta ini menjadi salah satu comeback terbesar dalam sejarah fase gugur Liga Champions, mengingatkan pada penampilan Liverpool yang membalikkan keadaan melawan Barcelona di semifinal pada 2019. Kemenangan ini juga menjaga “marwah” Serie A, setelah sebelumnya sang pemegang scudetto Napoli tersingkir di fase liga dan Inter Milan kalah dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt.

    Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Atalanta dengan 15 tembakan ke gawang, sembilan di antaranya tepat sasaran, dan angka ekspektasi gol (xG) sebesar 2,61, jauh mengungguli Dortmund yang hanya mencatat 0,93 xG. Ini menegaskan bahwa kemenangan Atalanta bukan hanya keberuntungan, tetapi juga hasil dari permainan menyerang yang efektif dan penuh determinasi.

  • Drama Serie A: Cagliari vs Lazio Berakhir Tanpa Gol, Yerry Mina Kartu Merah

    Drama Serie A: Cagliari vs Lazio Berakhir Tanpa Gol, Yerry Mina Kartu Merah

    BULETINCILACAP – Cagliari dan Lazio harus puas berbagi satu poin setelah pertandingan sengit dalam lanjutan Serie A berakhir imbang tanpa gol. Laga yang diwarnai drama kartu merah bek Cagliari, Yerry Mina, serta badai cedera yang melanda kedua tim, membuat hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi Maurizio Sarri dan Claudio Ranieri.

    Kedua tim memasuki pertandingan dengan tekanan tinggi setelah rentetan hasil kurang memuaskan. Cagliari berambisi mengakhiri dua kekalahan beruntun, sementara Lazio datang ke Sardegna setelah ditahan imbang Juventus dan takluk dari Atalanta. Situasi semakin rumit dengan daftar panjang pemain cedera yang memaksa kedua pelatih melakukan rotasi signifikan.

    Pertarungan Sengit dengan Banyak Peluang Terbuang

    Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Cagliari nyaris memecah kebuntuan di menit ke-13 melalui sundulan Ze Pedro yang sayangnya hanya membentur tiang gawang. Lazio merespons lewat Mattia Zaccagni, namun pertahanan solid tuan rumah berhasil meredamnya. Michel Adopo juga memiliki peluang emas bagi Cagliari, namun sundulannya menyamping tipis. Menjelang turun minum, Cagliari harus kehilangan Luca Mazzitelli akibat cedera betis, menambah daftar panjang pemain yang absen.

    “Hasil ini sangat mengecewakan bagi kedua tim, terutama karena kami datang dengan harapan untuk meraih tiga poin. Badai cedera semakin memperparah situasi kami,” ujar seorang sumber internal tim, menyoroti tantangan yang dihadapi.

    Insiden Kartu Merah Yerry Mina dan Gol Kontroversial

    Babak kedua dimulai dengan kerugian bagi Lazio saat Nicolo Rovella harus ditarik keluar karena cedera bahu. Cagliari sempat bersorak di menit ke-69 setelah Marco Palestra membobol gawang Ivan Provedel, namun kegembiraan itu sirna setelah wasit menganulir gol karena posisi offside. Ketegangan memuncak di penghujung laga ketika bek Cagliari, Yerry Mina, menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Tijjani Noslin. Sempat ada penunjukkan titik putih, namun setelah tinjauan VAR, pelanggaran dinyatakan terjadi di luar kotak penalti, meski demikian Cagliari harus bermain dengan 10 orang.

    Dengan keunggulan jumlah pemain, Lazio gencar melakukan serangan di menit-menit akhir. Danilo Cataldi nyaris menjadi pahlawan dengan dua peluang emas dari tendangan bebas dan tembakan melengkung, namun kiper Elia Caprile tampil brilian di bawah mistar gawang Cagliari, memastikan gawangnya tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

    Hasil imbang ini membuat kedua tim gagal memperbaiki posisi di klasemen sementara Serie A, sekaligus menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Maurizio Sarri dan Claudio Ranieri terkait badai cedera yang kini mengancam kedalaman skuad mereka.

  • Inter Milan Bangkit Perkasa: Kalahkan Lecce 2-0 di Serie A dan Jauhi Pesaing

    Inter Milan Bangkit Perkasa: Kalahkan Lecce 2-0 di Serie A dan Jauhi Pesaing

    BULETINCILACAP – Inter Milan berhasil bangkit dari keterpurukan usai menelan kekalahan di Liga Champions, dengan meraih kemenangan tandang kesembilan beruntun di Serie A musim 2025-2026. Bertandang ke markas Lecce di Stadion Via del Mare pada Sabtu (21/2/2026), Nerazzurri memetik hasil positif 0-2 berkat gol Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji.

    Kemenangan penting ini menjadi respons cepat Inter setelah sebelumnya takluk 1-3 dari Bodo/Glimt di leg pertama babak playoff Liga Champions. Pasukan Simone Inzaghi juga tampil tanpa sejumlah pilar utama, termasuk penyerang andalan Lautaro Martinez yang cedera, serta gelandang Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu yang absen karena skorsing.

    Dominasi Tanpa Gol di Babak Pertama

    Meskipun Inter Milan mendominasi jalannya pertandingan dengan mencatatkan 12 usaha ke gawang Lecce di babak pertama, skor kacamata tetap bertahan hingga jeda. Beberapa peluang berbahaya yang diciptakan Pio Esposito, Federico Dimarco, dan Marcus Thuram belum mampu menembus gawang Lecce yang dikawal Wladimiro Falcone.

    Di awal babak kedua, Inter sempat merayakan gol yang dicetak Federico Dimarco pada menit ke-52. Namun, kegembiraan tersebut harus sirna setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menganulir gol tersebut karena offside.

    Gol Pemecah Kebuntuan dan Pengunci Kemenangan

    Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75. Berawal dari situasi sepak pojok yang diambil Dimarco, bola sempat disontek pemain lawan sebelum jatuh ke kaki Henrikh Mkhitaryan. Gelandang Armenia itu tanpa ragu melepaskan tembakan voli keras yang sukses menaklukkan kiper lawan dari jarak dekat, membawa Inter unggul 0-1.

    “Meski menghadapi tantangan berat dengan absennya beberapa pemain kunci dan tekanan setelah kekalahan Eropa, tim menunjukkan karakter sejati dan determinasi untuk meraih kemenangan penting di Serie A. Ini adalah bukti mentalitas juara Inter Milan,” ujar pengamat sepak bola terkait kebangkitan Nerazzurri.

    Federico Dimarco memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan, namun dua tembakannya dari jarak dekat berhasil digagalkan kiper Lecce dan dihalau di garis gawang. Gol kedua Inter Milan akhirnya lahir pada menit ke-82, lagi-lagi dari skema bola mati. Tendangan pojok Dimarco disambut dengan sundulan keras oleh Manuel Akanji, yang masuk menggantikan Stefan de Vrij pada satu jam pertandingan, untuk mengubah skor menjadi 0-2.

    Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen

    Hasil ini bukan hanya sekadar kemenangan, melainkan juga menandai rekor impresif kemenangan tandang kesembilan beruntun Inter Milan di Serie A, catatan terbaik klub sejak era Roberto Mancini pada musim 2006-2007 yang membukukan 12 kemenangan tandang. Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi pasukan Christian Chivu di puncak klasemen sementara Serie A, memperlebar jarak 10 poin dari pesaing terdekat, AC Milan, yang baru akan bertanding keesokan harinya.

    Susunan Pemain.

    LECCE: (4-3-3): Wladimiro Falcone; Danilo Veiga, Kialonda Gaspar, Tiago Gabriel, Antonio Gallo; Lassana Coulibaly (Stulic 83′), Ylber Ramadani, Omri Gandelman (Ngom 60′); Santiago Pierotti (N’Dri 83′), Walid Cheddira, Riccardo Sottil (Banda 60′).

    INTER: (3-5-2): Yann Sommer; Yann Aurel Bisseck, Stefan de Vrij (Akanji 60′), Alessandro Bastoni (Augusto 88′); Luis Henrique (Diouf 69′), Petar Sucic (Mkhitaryan 60′), Piotr Zielinski, Davide Frattesi, Federico Dimarco; Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram (Bonny 69′).

  • Juventus Tumbang 0-2 di Kandang Lawan Como, Tiket Liga Champions Terancam

    Juventus Tumbang 0-2 di Kandang Lawan Como, Tiket Liga Champions Terancam

    BULETINCILACAP – Juventus secara mengejutkan tumbang 0-2 di kandang sendiri saat menjamu Como dalam lanjutan pekan ke-26 Liga Italia musim ini, Sabtu (21/2/2026), di Allianz Stadium, Torino. Kekalahan memilukan ini membuat posisi Bianconeri semakin sulit untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan setelah mengalami tiga kekalahan beruntun dalam sepekan terakhir.

    Tiga poin yang diraih Como berkat gol Mergim Vojvoda di menit ke-11 dan Maxence Caqueret di menit ke-61, sukses membawa mereka hanya terpaut satu angka dari Juventus di klasemen sementara Serie A. Ini adalah pukulan telak bagi tim asuhan Luciano Spalletti yang sebelumnya juga takluk dari Inter Milan dan Galatasaray.

    Dominasi Awal Tanpa Hasil dan Gol Kejutan Como

    Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Juventus berupaya mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang di menit kelima melalui tendangan jarak jauh Kenan Yildiz, namun masih bisa digagalkan kiper Como, Jean Butez. Ironisnya, di menit ke-11, tim tamu justru berhasil mencuri keunggulan lewat skema serangan balik cepat.

    Mergim Vojvoda, yang menerima umpan matang dari Tasos Douvikas, dengan cermat mengecoh Teun Koopmeiners sebelum melepaskan tembakan terarah ke sudut kiri gawang yang tak mampu dijangkau kiper Michele Di Gregorio. Tertinggal satu gol, Juventus mencoba merespons. Lois Openda sempat memiliki peluang di menit ke-22, namun lagi-lagi Butez tampil sigap. Como bahkan nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-37 andai tembakan Lucas da Cunha tidak membentur tiang. Skor 1-0 untuk Como bertahan hingga turun minum.

    “Kekalahan beruntun ini menunjukkan ada masalah fundamental yang harus segera diatasi oleh manajemen dan Luciano Spalletti jika Juventus ingin menjaga mimpi Liga Champions mereka tetap hidup,” kata seorang pengamat sepak bola lokal.

    Babak Kedua: Juventus Kembali Kehilangan Fokus

    Memasuki babak kedua, harapan kebangkitan Juventus sempat membuncah setelah Francisco Conceicao mendapatkan peluang di menit ke-48, namun tembakan kaki kirinya kembali dimentahkan Butez. Namun, di menit ke-61, Allianz Stadium kembali terdiam. Lewat serangan balik mematikan, Da Cunha mengirim umpan terobosan kepada Maxence Caqueret yang bebas tak terkawal. Dengan tenang, Caqueret menjebol gawang Juventus yang sudah ditinggalkan Di Gregorio, menjadikan skor 2-0.

    Upaya Juventus untuk mengejar ketertinggalan semakin berat. Peluang terbaik mereka di menit ke-84 melalui tendangan bebas Koopmeiners hanya membentur tiang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Como tidak berubah.

    Dampak dan Susunan Pemain

    Kekalahan ini menempatkan Juventus di urutan kelima Serie A dengan 46 poin, sementara Como membayangi di urutan keenam dengan 45 poin. Kondisi ini menuntut Juventus untuk segera berbenah demi mempertahankan posisi di papan atas dan tiket kompetisi Eropa.

    Susunan Pemain:
    Juventus: Di Gregorio; Koopmeiners, Kelly, Gatti; Cambiaso (Kostic 83′), Locatelli, Thuram (Boga 74′), McKennie; Yildiz (Adzic 83′), Miretti (Conceicao 46′); Openda (David 74′).

    Como: Butez; Valle, Kempf, Ramon, Smolcic; Da Cunha (Van der Brempt 74′), Perrone; Baturina (Roberto 60′), Caqueret (Moreno 86′), Vojvoda (Carlos 74′); Douvikas (Morata 87′).

  • Jay Idzes Gemilang! Sassuolo Pesta Gol ke Gawang Verona, Rating Bek Timnas Lebih Tinggi dari Penyerang

    Jay Idzes Gemilang! Sassuolo Pesta Gol ke Gawang Verona, Rating Bek Timnas Lebih Tinggi dari Penyerang

    BULETINCILACAP – Sassuolo berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Hellas Verona dalam lanjutan Liga Italia Serie A musim 2025-2026 pada Jumat (21/2/2026) dini hari WIB di Stadion Mapei. Dalam laga tersebut, bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampil penuh selama 90 menit dan mendapatkan rating impresif yang bahkan lebih tinggi dari Andrea Pinamonti, salah satu pencetak gol.

    Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke peringkat delapan klasemen sementara dengan 35 poin, sementara Hellas Verona masih terpuruk di dasar klasemen dengan 15 poin. Hasil positif ini tidak hanya penting bagi posisi klub, tetapi juga menyoroti performa gemilang Jay Idzes yang menjadi pilar pertahanan tim.

    Dominasi Sassuolo Sejak Awal Babak Kedua

    Meskipun Verona sempat mengambil inisiatif serangan di awal laga, pertahanan yang dikomandoi Jay Idzes terbukti tangguh. Penampilan solid Idzes menjadi salah satu kunci di balik keberhasilan Sassuolo meredam gempuran lawan dan membangun serangan balik efektif.

    Sassuolo baru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-40 melalui gol Andrea Pinamonti setelah menerima umpan matang dari Armand Lauriente. Empat menit berselang, keunggulan tuan rumah semakin menjauh lewat eksekusi penalti Domenico Berardi, yang berhasil menyambar bola muntah setelah tendangannya sempat ditepis kiper lawan. Skor 2-0 bertahan hingga jeda pertandingan.

    Pesta Gol dan Kartu Merah Verona

    Memasuki paruh kedua, Sassuolo semakin mendominasi. Domenico Berardi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-62, memanfaatkan umpan terobosan Lauriente dengan tendangan mendatar yang akurat. Petaka bagi Hellas Verona semakin bertambah pada menit ke-85 ketika Moatasem Al-Musrati diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua, membuat mereka harus bermain dengan 10 pemain hingga laga usai.

    Jay Idzes: Bek Tangguh dengan Rating Mengagumkan

    Pelatih Fabio Grosso memberikan kepercayaan penuh kepada Jay Idzes untuk tampil selama 90 menit. Berdasarkan data dari Fotmob, Idzes mendapatkan rating sebesar 7,4, angka ini mengungguli rating Andrea Pinamonti (7,1) yang mencetak gol pembuka. Statistik Jay Idzes menunjukkan performa defensif yang luar biasa, termasuk satu blok, 11 sapuan, enam sapuan dengan kepala, dan satu intersep. Ia juga memenangi seluruh duel udara serta memiliki akurasi umpan mencapai 91 persen dari 70 percobaan. Domenico Berardi menjadi pemain dengan rating tertinggi di laga ini, yaitu 8,9.

    Kontribusi Krusial Jay Idzes untuk Sassuolo

    Penampilan konsisten Jay Idzes di jantung pertahanan Sassuolo tidak hanya mengamankan kemenangan penting bagi timnya, tetapi juga menegaskan kualitasnya sebagai bek tengah yang patut diperhitungkan di kancah Serie A. Dengan performa seperti ini, Jay Idzes diharapkan terus menjadi andalan Sassuolo dan memberikan inspirasi bagi pesepak bola Indonesia di panggung internasional.

    Susunan Pemain.

    Sassuolo: (4-3-3): 49-Muric (GK); 6-Walukiewicz (66-Pedro Felipe 89′), 23-Garcia, 21-Idzes, 25-Coulibaly (19-Romagna 36′); 35-Lipani, 90-Kone (44-Iannoni 73′), 42-Thorstvedt; 10-Berardi (C), 45-Lauriente (20-Fadera 73′), 99-Pinamonti 8-Nzola 73′).

    Verona: (3-5-2): 1-Montipo (GK); 37-Bella-Kotchap, 15-Nelsson, 5-Edmundsson; 12-Bradaric (2-Oyegoke 72′), 36-Niasse, 73-Musrati, 21-Harroui (10-Suslov 82′), 3-Frese; 18-Bowie (90-Vermesan 82′), 9-A. Sarr (25-Mosquera 72′).