Tag: pmi cilacap

  • Dedikasi Kemanusiaan, Ketua PMI Cilacap Farid Ma’ruf Raih Penghargaan Bergengsi dari PPWI

    Dedikasi Kemanusiaan, Ketua PMI Cilacap Farid Ma’ruf Raih Penghargaan Bergengsi dari PPWI

    BULETINCILACAP – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, resmi menerima piagam penghargaan dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) pada Jumat (22/5/2026) siang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Farid dalam mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aksi sosial dan pelayanan masyarakat di wilayah Kabupaten Cilacap.

    Penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di kantor PMI Cilacap, yang diserahkan langsung oleh Bendahara PPWI Jawa Tengah, Mulyadi Tanjung, mewakili Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke. Dalam prosesi tersebut, Mulyadi didampingi oleh Ketua DPC PPWI Cilacap Sani Ariyanto beserta jajaran pengurus lainnya. Farid Ma’ruf terpilih sebagai salah satu dari empat tokoh inspiratif di Cilacap yang dinilai membawa dampak positif signifikan selama masa jabatannya.

    Sinergi Strategis PMI dan Insan Pers dalam Aksi Sosial

    Perwakilan PPWI, Mulyadi Tanjung yang akrab disapa Bang Buyung, menjelaskan bahwa Farid Ma’ruf merupakan representasi tokoh dari unsur kemanusiaan yang memiliki komitmen tinggi. Selain Farid, penghargaan serupa juga diberikan kepada tokoh dari unsur birokrasi, legislatif, dan pengusaha. Penghargaan ini sekaligus menjadi simbol kemitraan yang erat antara PMI sebagai lembaga kemanusiaan dengan insan pers di Kabupaten Cilacap.

    “Penghargaan ini kami berikan berdasarkan penilaian objektif atas kinerja beliau selama menjabat Ketua PMI di Kabupaten Cilacap yang terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat. Ini juga menjadi simbol kemitraan kuat antara PMI dengan insan pers dalam mengawal isu-isu kemanusiaan,” ujar Mulyadi Tanjung.

    Motivasi untuk Terus Berkhidmat bagi Masyarakat

    Menanggapi apresiasi tersebut, Farid Ma’ruf mengaku bangga dan berterima kasih kepada keluarga besar PPWI. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap ini menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi motivasi atau ‘obat yang mujarab’ bagi dirinya dan seluruh jajaran PMI Cilacap untuk terus meningkatkan pelayanan, terutama dalam penanganan bencana dan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.

    Farid berkomitmen bahwa PMI akan selalu hadir di garda terdepan saat masyarakat mengalami kesulitan. Sinergi antara organisasi profesi wartawan dan lembaga kemanusiaan diharapkan dapat terus berlanjut guna memastikan informasi dan bantuan kemanusiaan tersampaikan dengan tepat sasaran di seluruh pelosok Cilacap.

  • Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, PMI Cilacap Gelar Orientasi Pengurus Kecamatan 2026-2031

    Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, PMI Cilacap Gelar Orientasi Pengurus Kecamatan 2026-2031

    BULETINCILACAP – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap resmi memulai rangkaian Orientasi Kepalangmerahan bagi jajaran Pengurus PMI Kecamatan masa bhakti 2026–2031. Kegiatan Gelombang I yang diikuti oleh 42 pengurus dari enam kecamatan di wilayah Eks-Distrik Kroya ini diselenggarakan di Aula Kecamatan Kroya pada Kamis (21/5/2026) dengan tujuan memperkuat koordinasi dan mutu pelayanan kemanusiaan di tingkat akar rumput.

    Adapun enam kecamatan yang terlibat dalam tahap awal ini meliputi Adipala, Binangun, Maos, Kroya, Nusawungu, dan Sampang. Masing-masing wilayah mengirimkan tujuh orang pengurus inti yang membidangi pos-pos strategis, mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga bidang Penanggulangan Bencana (PB) serta Relawan.

    Fokus pada Profesionalisme dan Standarisasi Organisasi

    Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M., yang membuka langsung kegiatan tersebut, menekankan bahwa orientasi ini merupakan fondasi penting bagi para pengurus baru. Melalui pembekalan materi yang komprehensif, diharapkan tidak ada tumpang tindih peran dan setiap kebijakan yang diambil selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI.

    “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pengurus. Kami ingin para pengurus baru dibekali wawasan agar dalam menjalankan tugas kemanusiaan bisa sesuai aturan PMI dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas secara optimal,” ujar Farid dalam sambutannya di hadapan para peserta.

    Para pengurus kabupaten hadir memberikan materi teknis secara mendalam. U’ong Suparno memaparkan layanan kesehatan dan transfusi darah, Drs. Wasi Ariyadi memberikan wawasan organisasi, Sumaryo membahas administrasi keuangan, serta Koesdjarjo memberikan materi krusial terkait manajemen bencana dan relawan.

    Agenda Berkelanjutan di Seluruh Wilayah Cilacap

    Sebagai bentuk legalitas dan identitas, PMI Kabupaten Cilacap menyerahkan rompi resmi serta buku himpunan peraturan organisasi kepada enam ketua PMI kecamatan. Kegiatan ini juga ditutup dengan penyerahan piagam kepesertaan sebagai bukti kesiapan para pengurus untuk menjalankan amanah selama lima tahun ke depan.

    Rangkaian orientasi ini dipastikan tidak berhenti di Kroya saja. PMI Kabupaten Cilacap telah menjadwalkan Gelombang II di Eks-Distrik Sidareja pada 11 Juni, disusul Eks-Distrik Majenang pada 18 Juni, dan puncaknya untuk wilayah Eks-Kotip serta Distrik Cilacap pada 25 Juni 2026 mendatang. Dengan persiapan matang ini, PMI Cilacap berkomitmen untuk selalu sigap hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat maupun sosial.

  • Siaga Mudik 2026: PMI Kabupaten Cilacap Kerahkan 49 Personel dan Ambulans di Jalur Utama

    Siaga Mudik 2026: PMI Kabupaten Cilacap Kerahkan 49 Personel dan Ambulans di Jalur Utama

    BULETINCILACAP – Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan selama masa mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, PMI Kabupaten Cilacap resmi mengoperasikan Pos Siaga Pertolongan Pertama dan Ambulance mulai Rabu (18/3/2026). Posko utama yang berlokasi di depan Klinik Pratama Rawat Inap PMI Cilacap, Jalan Raya Slarang KM 12, Kecamatan Kesugihan ini akan menjadi pusat bantuan darurat bagi pemudik yang melintasi jalur selatan.

    Pembukaan Pos Lebaran dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M. Dalam pelaksanaannya, operasional posko ini dipimpin oleh Kepala Markas PMI, Drs. Kadat Solih, M.Si, selaku Penanggungjawab Operasional. Posko utama dijadwalkan beroperasi intensif selama tujuh hari, mulai dari 18 Maret hingga 24 Maret 2026, dengan melibatkan total 49 personel gabungan dari berbagai unsur.

    Pelayanan Medis dan Rest Area 24 Jam

    Demi memberikan pelayanan yang maksimal, PMI Kabupaten Cilacap menerapkan sistem tiga shift dalam 24 jam. Setiap shift terdiri dari tim gabungan yang meliputi Pengurus sebagai Perwira Piket, staf markas, tenaga medis dari Klinik Pratama, hingga relawan KSR, TSR, dan SIBAT. Personel tersebut dibekali kemampuan teknis untuk melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas maupun penanganan medis darurat lainnya.

    “Kami mengusung semangat ‘Tetap Sehat, Mudik Selamat’. Kehadiran pos ini bukan hanya soal medis, tapi juga misi kemanusiaan yang lebih luas. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang melintasi Cilacap merasa aman dan terbantu jika menghadapi kendala di perjalanan,” ungkap Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M.

    Fasilitas Lengkap Bagi Pemudik

    Selain penanganan kecelakaan lalu lintas yang akan dirujuk ke Klinik Pratama Rawat Inap PMI, posko ini juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan. Para pemudik dapat memanfaatkan area ini sebagai rest area untuk melepas lelah. Petugas di lapangan juga siap membantu masalah teknis ringan seperti membantu pengendara yang kehabisan bahan bakar atau mengalami kebocoran ban. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan petugas PMI juga sigap menangani kejadian khusus mulai dari serangan lebah hingga penanganan kebakaran di sekitar jalur mudik.

    Sebaran Titik Pos Terpadu di Berbagai Wilayah

    Tak hanya pos induk di Slarang, PMI Kabupaten Cilacap juga menyebar kekuatan dengan mengerahkan 7 PMI Kecamatan untuk bergabung dalam Pos Pengamanan (PAM) Terpadu. Titik-titik strategis tersebut meliputi Simpang Tiga Cantelan, Perbatasan Timur di Sampang, Stasiun Kroya, hingga perbatasan Barat di Mergo-Dayeuhluhur. Titik lainnya berada di Jeruklegi, Rawaapu-Patimuan, dan Simpang Empat Sidareja, yang telah mulai beroperasi sejak 14 Maret hingga 27 Maret 2026.

    Harapan Kelancaran Arus Mudik dan Balik

    Melalui pengerahan personel yang masif dan tersebar di berbagai titik kuat (strong point), PMI Kabupaten Cilacap berharap dapat mempercepat respons penanganan kecelakaan dan memperlancar arus mudik maupun balik. Koordinasi antar-instansi terus diperkuat agar masyarakat dapat merayakan lebaran di kampung halaman dengan aman dan selamat.

  • Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Cilacap, Dewan Kehormatan dan Pengurus Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Cilacap, Dewan Kehormatan dan Pengurus Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    BULETIN CILACAP – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap secara resmi memiliki Dewan Kehormatan dan Pengurus baru untuk masa bakti 2026 hingga 2031. Pelantikan tersebut sekaligus menandai kembalinya Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M., mantan Sekretaris Daerah Cilacap, untuk memimpin organisasi kemanusiaan ini selama periode lima tahun ke depan.

    Kepengurusan baru ini dilantik setelah Drs. Farid Ma’ruf terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kabupaten Cilacap dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2026. Penetapan dan pelantikan pengurus serta dewan kehormatan yang baru ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan peran PMI dalam layanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah Cilacap.

    Farid Ma’ruf Terpilih Aklamasi dalam Muskab 2026

    Proses pemilihan Ketua PMI Cilacap periode 2026–2031 telah dilaksanakan melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam Muskab tersebut, Drs. Farid Ma’ruf kembali mendapat kepercayaan penuh dari seluruh peserta dan terpilih secara aklamasi.

    Farid Ma’ruf, yang telah berpengalaman dalam birokrasi dan kepemimpinan, menyatakan komitmennya untuk membawa PMI Cilacap menjadi organisasi yang lebih profesional dan siap siaga.

    “Kepercayaan yang diberikan kembali ini adalah amanah besar. Kami akan segera menyusun program kerja yang terencana dan terukur, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan darah dan kesiapsiagaan bencana di Cilacap,” ujar Farid Ma’ruf dalam sambutannya. “PMI harus hadir lebih cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.”

    Penekanan PMI Provinsi: Segera Susun Program Prioritas

    Dalam acara pelantikan tersebut, perwakilan dari PMI Provinsi Jawa Tengah memberikan penekanan khusus kepada kepengurusan yang baru. Plt. Kepala PMI Provinsi Jawa Tengah, Hartanto, yang hadir pada rangkaian acara Muskab, sebelumnya telah meminta agar pengurus yang baru segera dibentuk.

    “Kepengurusan baru harus segera dibentuk dan menjalankan program-program yang telah direncanakan. Program-program tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan rutin, tetapi juga harus inovatif dan adaptif terhadap tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks,” kata Hartanto.

    PMI Provinsi juga menekankan pentingnya penguatan basis relawan dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap serta berbagai pihak terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan respons cepat dalam setiap situasi darurat.

    Fokus PMI Cilacap Masa Bakti 2026–2031

    Kepengurusan PMI Cilacap di bawah kepemimpinan Farid Ma’ruf untuk masa bakti 2026–2031 akan memfokuskan diri pada beberapa program prioritas, antara lain:

    1. Penguatan Unit Donor Darah (UDD): Memastikan ketersediaan stok darah yang aman dan berkualitas secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat Cilacap.

    2. Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana: Mengembangkan kapasitas relawan dan peralatan untuk merespons bencana, mengingat Cilacap merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana yang tinggi.

    3. Pengembangan Sumber Daya: Melakukan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi relawan muda (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) untuk menjamin regenerasi dan kualitas layanan.

    4. Tata Kelola Organisasi: Menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana dan sumber daya organisasi.

    Dengan dilantiknya Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI yang baru, diharapkan PMI Kabupaten Cilacap dapat terus menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Cilacap.