Tag: Gubernur Jateng

  • Satu Tahun Kinerja Gubernur Jateng Luthfi Yasin: Ekonomi Melonjak, Kemiskinan Menurun

    Satu Tahun Kinerja Gubernur Jateng Luthfi Yasin: Ekonomi Melonjak, Kemiskinan Menurun

    BULETINCILACAP – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen genap satu tahun memimpin provinsi ini sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam kurun waktu tersebut, kepemimpinan Luthfi-Yasin berhasil mencatatkan berbagai capaian positif di sektor ekonomi dan investasi yang melampaui rata-rata nasional, meskipun dihadapkan pada tantangan bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah.

    Sepanjang tahun pertama masa jabatannya, Jawa Tengah menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanggul jebol di Demak, rob di Sayung, serta longsor dan tanah gerak di Banjarnegara, Cilacap, dan Kabupaten Tegal. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyatakan telah merespons dengan langkah komprehensif, mulai dari penanganan darurat hingga fase pemulihan secara simultan.

    Strategi Kolaboratif dan Program Prioritas

    Meskipun dihadapkan pada berbagai bencana, program prioritas pemerintahan Luthfi-Yasin disebut tetap berjalan. Program ini mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, pendidikan, kesehatan, hingga penurunan angka kemiskinan. Sejumlah program yang digulirkan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis melalui program dokter spesialis keliling (Speling), pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    Luthfi juga menekankan pendekatan pemerintahan kolaboratif atau collaborative government dengan menggandeng bupati/wali kota, perguruan tinggi, pengusaha, investor, provinsi tetangga, hingga organisasi masyarakat.

    “Kami gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara kami bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah,” ujar Luthfi, menegaskan pentingnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi dalam setiap sektor pembangunan.

    Dampak Positif pada Perekonomian dan Penurunan Kemiskinan

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV-2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menempatkan Jateng di atas rata-rata nasional sebesar 5,11 persen dan sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa.

    Realisasi investasi Jateng sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 88,50 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dengan 105.078 proyek terealisasi yang menyerap 418.138 tenaga kerja.

    Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada penurunan angka kemiskinan. BPS mencatat, angka kemiskinan Jateng turun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin di Jateng pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang, menurun 21.870 orang dibanding Maret 2025.

    Rasio gini Jateng pada 2025 berada di angka 0,350, menunjukkan ketimpangan pendapatan yang relatif menyempit. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,32 persen per November 2025.

    Meski mencatat sejumlah capaian, Pemprov Jateng mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 74,77 masih menjadi pekerjaan rumah. Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya mengarahkan anggaran untuk program yang menyentuh masyarakat bawah, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, untuk terus menekan angka kemiskinan.

    Dampak kebijakan tersebut diklaim mulai terasa di tingkat masyarakat, seperti 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes yang dinyatakan keluar dari data kemiskinan dan mampu mandiri.

    Komitmen Berkelanjutan untuk Melayani Rakyat

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Luthfi-Yasin berkomitmen untuk terus “ngopeni” atau merawat pembangunan daerah dengan semangat kolaborasi yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, Pemprov Jateng juga meraih sekitar 40 penghargaan dari berbagai lembaga.

    Namun, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat agar kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya, sebagai amanah yang tak berujung.