Tag: Gandrungmangu

  • SiTaskin Berhasil Tekan Angka Pengentasan Kemiskinan Cilacap Jadi 9,41 Persen

    SiTaskin Berhasil Tekan Angka Pengentasan Kemiskinan Cilacap Jadi 9,41 Persen

    BULETINCILACAP – Angka kemiskinan di Kabupaten Cilacap menunjukkan penurunan signifikan menjadi 9,41 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari Program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SiTaskin) yang diinisiasi Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kamis (26/2/2026), melalui intervensi terpadu berbagai pihak.

    Program SiTaskin ini secara khusus menyasar 1.028 warga kategori desil satu (miskin ekstrem) di Desa Sidaurip, mengingat tingkat kemiskinan desa tersebut mencapai 11,47 persen. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, unsur Forkopimda, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat. Pada kesempatan tersebut, sejumlah warga penerima manfaat juga mendapatkan bantuan secara simbolis.

    Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Penurunan Angka Kemiskinan

    Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam sambutannya menyatakan bahwa Cilacap menghadapi tiga persoalan utama, yaitu infrastruktur, kemiskinan, dan pengangguran. Namun, berkat kolaborasi lintas sektor dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), angka kemiskinan berhasil ditekan secara signifikan dari 10,68 persen menjadi 9,41 persen.

    “Masyarakat tidak hanya butuh ikan, tetapi juga kail. Kami siap mengawal pemberdayaan hingga terhubung dengan kementerian,” ujar Bupati Syamsul Auliya Rachman, menekankan pentingnya solusi jangka panjang.

    Senada dengan Bupati, Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa SiTaskin bertujuan untuk merapikan data dan memastikan setiap bantuan tepat sasaran. Ia menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam upaya pengentasan kemiskinan.

    “Pengentasan kemiskinan bukan sprint 100 meter, tetapi maraton estafet. Harus konsisten dan berkelanjutan,” kata Budiman Sudjatmiko.

    Beragam Intervensi dan Bantuan Terpadu dari Berbagai Kementerian

    Pelaksanaan SiTaskin melibatkan berbagai kementerian dan mitra untuk memberikan bantuan yang komprehensif. Kementerian Agama mendukung pemberdayaan Kampung Zakat, sementara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 100 paket buka puasa, 100 paket sembako, dan 100 santunan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut berkontribusi dengan 200 paket Gemar Ikan. Kementerian Pertanian menyalurkan benih pekarangan pangan bergizi, benih padi untuk Kelompok Tani Sida Dadi dan Budi Daya Desa Sidaurip, serta benih kedelai bagi kelompok tani di Gandrungmangu. Kementerian Sosial juga tidak ketinggalan dengan bantuan Atensi dan reaktivasi PBI JKN. Selain itu, BKKBN melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting memberikan bantuan jamban.

    Dukungan juga datang dari berbagai yayasan dan lembaga keuangan. Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional menyerahkan kacamata pintar bagi penyandang tunanetra dan tablet pendidikan, sementara Bank Syariah Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 20 juta.

    Kolaborasi antara UPZ Kementerian Agama Kabupaten Cilacap bersama LAZ juga memperkuat program Kampung Zakat Reborn di Desa Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu. Bantuan yang diberikan meliputi alat pertukangan, penguatan usaha ternak, pelatihan digital marketing, serta bibit tanaman produktif. BP Taskin pun berinovasi dengan mengembangkan ekosistem digital melalui Poin Amal Sosial dan Poin Amal Usaha bagi kelompok desil 1 dan 2, memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan big data untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan program pemberdayaan.

    SiTaskin: Fondasi Pengentasan Kemiskinan yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Dengan berbagai intervensi terpadu dan kolaborasi yang solid, Program SiTaskin diharapkan menjadi fondasi kuat untuk pengentasan kemiskinan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Cilacap. Upaya ini menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan yang merata.