Tag: Dinas Pertanian

  • Genjot Luas Tanam 174 Ribu Hektare, Cilacap Prioritaskan Pembenahan Jaringan Irigasi

    Genjot Luas Tanam 174 Ribu Hektare, Cilacap Prioritaskan Pembenahan Jaringan Irigasi

    BULETINCILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap, melalui Dinas Pertanian, menetapkan target ambisius peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) hingga 174.420 hektare pada tahun 2026. Ambisi ini diiringi dengan fokus utama pada pembenahan jaringan irigasi pertanian Cilacap dan pencarian sumber air baru guna mengatasi kendala pasokan air yang belum merata di sejumlah wilayah.

    Target signifikan ini merupakan bagian integral dari upaya Kabupaten Cilacap untuk menggenjot produktivitas sektor pertanian. Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi minimal 2,5 kali tanam dalam setahun menjadi kunci utama pencapaian tersebut. Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa produktivitas lahan masih terganjal, di mana banyak area hanya mampu ditanami satu hingga dua kali dalam setahun akibat keterbatasan air, terutama saat Musim Tanam Ketiga (MT3).

    Kendala Pasokan Air dan Solusi Strategis Pemkab Cilacap

    “Target IP kita minimal harus 2,5. Kendalanya, pada Musim Tanam Ketiga (MT3), banyak lahan yang terpaksa beralih ke palawija atau bahkan bera karena air tidak cukup untuk padi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, pada Selasa (24/2/2026).

    Menyikapi tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Prioritas utama adalah Modernisasi Irigasi untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak demi memastikan distribusi air yang lebih efisien dan merata ke seluruh areal persawahan. Selain itu, upaya Pencarian Sumber Air Baru juga digalakkan melalui penambahan sumur pantek atau pompanisasi di titik-titik yang rawan kekeringan. Optimalisasi Lahan Baku seluas 66.912 hektare juga menjadi fokus agar dapat ditanami lebih intensif.

    Komitmen Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Irigasi yang Optimal

    Selain fokus pada infrastruktur air, Sigit Widayanto menambahkan bahwa Dinas Pertanian juga melakukan langkah terpadu lainnya. Ini meliputi distribusi bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) dan alat mesin pertanian (alsintan), serta koordinasi intensif lintas sektoral. Langkah-langkah ini dilakukan demi mengawal produktivitas lahan agar tetap optimal dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Kabupaten Cilacap.

    Masa Depan Pertanian Cilacap yang Lebih Produktif

    Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur jaringan irigasi pertanian Cilacap, penambahan sumber air, dan dukungan lainnya, Pemerintah Kabupaten Cilacap optimis dapat mencapai target luas tambah tanam 174.420 hektare pada tahun 2026. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.