Category: Jawa Tengah

Informasi seputar Jawa Tengah

  • Pramuka Jateng dan Jabar Kolaborasi Aksi Karya Bakti Lebaran 2026 di Perbatasan Cilacap–Banjar

    Pramuka Jateng dan Jabar Kolaborasi Aksi Karya Bakti Lebaran 2026 di Perbatasan Cilacap–Banjar

    BULETINCILACAP – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dan Jawa Barat resmi mencanangkan kolaborasi Aksi Pramuka Karya Bakti Lebaran 2026 guna mengawal kelancaran arus mudik di wilayah perbatasan. Kegiatan yang dipusatkan di Rest Area Mergo Banaran, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap pada Senin (16/3/2026) ini bertujuan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat serta memperkuat kerja sama lintas provinsi dalam misi kemanusiaan.

    Apel pencanangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Barat, Herman Suryatman, serta dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarcab Cilacap, Kwarran, dan unsur Forkopimcam Dayeuhluhur. Pemilihan lokasi di perbatasan Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar dianggap strategis sebagai titik temu arus kendaraan dari dua provinsi besar di Pulau Jawa.

    Sinergi Pengabdian Tanpa Batas Administratif

    Dalam arahannya, Herman Suryatman menekankan bahwa pelaksanaan karya bakti tahun ini memiliki bobot nilai yang spesial. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat kepanduan mampu melampaui sekat-sekat wilayah demi kepentingan masyarakat luas yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

    “Lokasi ini menjadi simbol bahwa pengabdian Pramuka tidak mengenal batas administratif. Justru di wilayah perbatasan, kita memperkuat kerja sama dan saling mendukung untuk membantu kelancaran arus lalu lintas serta memberikan bantuan kemanusiaan secara sigap,” ujar Herman di hadapan para peserta apel.

    Digitalisasi Pelaporan Melalui Karya Bakti ID

    Selain fokus pada pengaturan lalu lintas dan bantuan fisik, Pramuka juga memperkenalkan inovasi sistem pelaporan digital Karya Bakti ID (KBID). Sistem yang terintegrasi dengan platform Ayo Pramuka milik Kwartir Nasional ini memungkinkan setiap aktivitas relawan di lapangan tercatat secara real-time. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data pengabdian dan memudahkan proses evaluasi pasca-kegiatan.

    Wujud Nyata Pengamalan Dasa Darma

    Melalui Aksi Pramuka Karya Bakti Lebaran 2026, diharapkan anggota Pramuka dapat mengasah empati dan tanggung jawab sosial melalui pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan implementasi nyata dari Trisatya dan Dasa Darma Pramuka dalam membantu sesama manusia dan membangun ketertiban masyarakat di tengah padatnya arus mudik lebaran.

  • Ammy Amalia Resmi Jadi Plt Bupati Cilacap, Gubernur Jateng Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Korupsi

    Ammy Amalia Resmi Jadi Plt Bupati Cilacap, Gubernur Jateng Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Korupsi

    BULETINCILACAP – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menunjuk Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal. Keputusan tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Cilacap pada Minggu (15/3/2026). Penunjukan ini dilakukan untuk menjamin stabilitas daerah di tengah situasi transisi pemerintahan saat ini.

    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan instruksi khusus agar pergantian kepemimpinan ini tidak mengganggu hak-hak masyarakat dalam mendapatkan layanan publik. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan sektor kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai jadwal. Selain itu, Iwanuddin mengingatkan agar seluruh jajaran birokrasi di Cilacap memegang teguh integritas dan menghentikan segala bentuk praktik yang berpotensi melanggar hukum.

    Memperkuat Sinergi melalui Super Team

    Dalam arahannya, Iwanuddin menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Cilacap tidak bergantung pada individu tertentu, melainkan hasil kolaborasi kolektif seluruh elemen pemerintah. Ia meminta ego sektoral dihilangkan demi kepentingan warga Cilacap yang lebih luas. Penguatan koordinasi antara OPD hingga tingkat kecamatan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    “Tidak ada Superman, yang ada Super Team. Artinya semua harus bekerja bersama, Forkopimda, OPD, hingga camat, harus solid menjalankan tugas pemerintahan. Budaya-budaya (gratifikasi) seperti itu harus dihentikan. Stop sampai di sini. Kita harus memperbaiki tata kelola pemerintahan agar lebih baik ke depan,” tegas Iwanuddin Iskandar menyampaikan pesan Gubernur.

    Stabilitas Harga dan Persiapan Idulfitri

    Selain fokus pada tata kelola internal, Plt Bupati Cilacap beserta jajarannya juga diminta sigap dalam menghadapi tantangan ekonomi makro di tingkat lokal. Pemprov Jateng menyoroti pentingnya pengendalian inflasi dan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, terutama menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri yang kerap memicu lonjakan harga.

    Komitmen Pelayanan Prima dan Anti-Gratifikasi

    Penunjukan Ammy Amalia sebagai Plt Bupati diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Cilacap untuk bersih-bersih dari budaya setoran atau pemberian saat hari raya, serta membenahi sistem perizinan dan pengadaan barang/jasa. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Cilacap ditargetkan mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

  • Tragis! Remaja di Grobogan Tewas Usai Perang Sarung, Pelaku Coba Rekayasa Kecelakaan

    Tragis! Remaja di Grobogan Tewas Usai Perang Sarung, Pelaku Coba Rekayasa Kecelakaan

    BULETINCILACAP – Seorang remaja berusia 16 tahun di Grobogan, Jawa Tengah, berinisial ZMR, meninggal dunia setelah terlibat dalam perkelahian yang dikenal sebagai ‘perang sarung’ pada Rabu (25/2/2026) malam. Insiden tragis ini terjadi di lapangan sepakbola Dusun Mrayun, Desa Termas, Karangrayung, Grobogan. Kepolisian setempat telah mengamankan sejumlah pihak yang terlibat dan mengungkap adanya upaya rekayasa kematian korban.

    Peristiwa naas ini bermula ketika ZMR mengirim pesan WhatsApp kepada temannya, MAN, mengajak untuk berduel melawan kelompok lain. Ajakan tersebut disanggupi, dan ZMR bersama MAN kemudian mengajak dua saksi lain, PA dan DKB. Mereka lantas mendatangi tempat tongkrongan kelompok lawan di wilayah selatan dusun yang sama, bertemu dengan FM, RNE, dan DRK. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perang sarung di lapangan sepakbola Dusun Mrayun.

    Saat perkelahian menggunakan sarung yang diikat ujungnya berlangsung, korban ZMR mendadak lemas, kesulitan bernapas, dan akhirnya tersungkur pingsan. Teman-teman korban kemudian membawanya pulang ke rumah. Sesampainya di sana, pihak keluarga segera melarikan ZMR ke Puskesmas Karangrayung I, namun nahas, petugas medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.

    Upaya Rekayasa Kematian Korban Perang Sarung

    Terungkap bahwa terduga pelaku sempat mencoba merekayasa kronologi kematian ZMR. Kakek korban, Muhnadi, menceritakan bahwa pihak keluarga awalnya diberi tahu bahwa ZMR meninggal akibat kecelakaan tunggal.

    “Tujuh orang ini (yang diduga pelaku) waktu ngasih informasi ini istilahnya itu berbohong gitu. Awalnya itu katanya kecelakaan jatuh dari motor. Terus motornya itu dinyalain, korban di sampingnya. Jadi dikira entar ada orang-orang lewat baru (mengatakan) itu ada orang kecelakaan gitu. Padahal yang ngerekayasa itu ya mereka-mereka tadi,” ungkap Muhnadi, menjelaskan upaya rekayasa yang dilakukan terduga pelaku.

    Iptu Imam Siswanto, KBO Sat Reskrim Polres Grobogan, membenarkan upaya rekayasa ini. “Infonya seperti itu (terduga pelaku sempat merekayasa bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan tunggal). Tapi setelah kami cek (adalah peristiwa) penganiayaan, tidak ada kecelakaan atau (pernyataan tersebut) bohong,” tegasnya.

    Penyelidikan Polisi dan Hasil Labfor

    Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menyatakan bahwa keluarga ZMR telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Karangrayung. Polisi segera menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP, mengamankan pihak-pihak yang terlibat, serta menyita tujuh lembar sarung sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Masa Depan Kasus dan Harapan Damai Keluarga Korban

    ZMR dilaporkan mengalami sejumlah luka memar di bagian tengkuk dan punggung. Kendati demikian, Muhnadi, kakek korban, menyatakan tidak ingin kasus ini diproses hukum lebih lanjut dan berharap berakhir damai. Namun, pihak kepolisian melalui Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menegaskan bahwa laporan telah diterima dan proses hukum tetap berjalan.

    Hingga kini, enam saksi telah diperiksa. KBO Sat Reskrim Iptu Imam Siswanto menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Ia juga menegaskan bahwa tidak ditemukan batu di dalam sarung yang digunakan dalam perkelahian tersebut.

  • Ribuan Warga Sukses Gelar Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI di Cilacap

    Ribuan Warga Sukses Gelar Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI di Cilacap

    BUPATICILACAP – Sebanyak 25 ribu orang dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah berpartisipasi aktif dalam Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) tingkat Kabupaten Cilacap pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan kolosal ini dipusatkan di kawasan Titik Nol Cilacap, Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga Alun-alun Cilacap, serta secara serentak di berbagai lingkungan perkantoran, kampus, sekolah, rumah sakit, kecamatan, desa, hingga permukiman warga di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

    Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, menunjukkan komitmen kuat masyarakat Cilacap terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mendukung gerakan Indonesia Asri, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat daerah, mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal, dan transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan.

    Dukungan Kuat untuk Lingkungan Cilacap yang Berkelanjutan

    Kegiatan Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya aman dan bersih, tetapi juga tertata indah. Lebih dari itu, aksi ini memperkuat komitmen berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi nonpemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, hingga kelompok masyarakat, dalam upaya peningkatan kualitas hidup melalui lingkungan yang sehat.

    “Aksi Bersih Sampah Jawa Tengah Asri 2026 mendukung gerakan Indonesia Asri di Kabupaten Cilacap. Kami mendorong pengurangan sampah berbasis kearifan lokal serta transformasi pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan,” ujar Achmad Nurlaeli.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, yang mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masif ini. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang adalah bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan telah tumbuh menjadi kesadaran kolektif. Beliau juga menekankan bahwa momentum Ramadan justru memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial di masyarakat.

    “Masalah sampah adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu (adanya) kerja kolektif dan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tegas Sadmoko Danardono saat membacakan sambutan Bupati.

    Pemerintah Kabupaten Cilacap mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus membangun budaya hidup bersih dan disiplin dalam pengelolaan sampah, tidak hanya saat kegiatan seremonial, tetapi menjadikannya kebiasaan sehari-hari. Selain itu, Bupati juga mendorong penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

    Bersama Wujudkan Cilacap Bersih, Sehat, dan Indah

    Jika setiap rumah tangga mampu mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, beban lingkungan akan berkurang secara signifikan. Dengan semangat kebersamaan dan kerja kolektif seperti yang ditunjukkan dalam Aksi Bersih Sampah Jateng ASRI, harapan untuk mewujudkan Cilacap yang bersih, sehat, dan indah dapat terwujud secara berkelanjutan.

  • Gubernur Jateng Mendesak: Pembentukan BNN Jawa Tengah di Seluruh Kabupaten/Kota Jadi Prioritas

    Gubernur Jateng Mendesak: Pembentukan BNN Jawa Tengah di Seluruh Kabupaten/Kota Jadi Prioritas

    BUPATICILACAP – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendesak percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di seluruh kabupaten/kota se-provinsi. Permintaan ini disampaikannya pada Kamis lalu di Semarang, sebagai bagian dari upaya serius pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba yang kian meresahkan masyarakat.

    Gubernur Luthfi secara tegas mendorong Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, untuk segera merealisasikan dan memperkuat berbagai upaya pencegahan peredaran narkoba. Menurutnya, tindakan pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya sebatas seremoni semata, melainkan melalui program yang berdampak langsung di tengah masyarakat.

    Strategi Penguatan Pencegahan dan Pelibatan Masyarakat

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya penguatan program-program BNN yang telah berjalan. Ia menyebutkan program seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh sebagai inisiatif yang sangat strategis dan harus terus diperkuat pelaksanaannya di lapangan. Penguatan program ini diharapkan dapat membangun benteng pertahanan dari level komunitas terkecil.

    Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, “Paling penting, program-program seperti Kampung Bersinar dan Kampung Tangguh itu harus diekspos lagi secara masif agar kesadaran masyarakat meningkat. Karena pelibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kita dalam pemberantasan narkoba.”

    Lebih lanjut, ia meminta BNN Provinsi Jawa Tengah untuk memprioritaskan perhatian pada wilayah Kota Semarang dan Solo. Kedua daerah ini diidentifikasi sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih intensif dan terukur.

    Perluasan Jaringan BNN di Tingkat Daerah

    Menanggapi desakan Gubernur, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Toton Rasyid menjelaskan bahwa hingga saat ini baru sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sudah memiliki perwakilan BNN. Ia berkomitmen untuk mempersiapkan opsi penguatan berbasis zonasi bagi daerah-daerah yang belum memiliki BNN, guna memaksimalkan upaya pencegahan dan penindakan di seluruh wilayah provinsi.

    Masa Depan Bebas Narkoba untuk Jawa Tengah

    Permintaan Gubernur Jawa Tengah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah provinsi dalam memerangi narkoba. Dengan perluasan jaringan BNN hingga ke seluruh kabupaten/kota serta penguatan program pencegahan yang melibatkan masyarakat, diharapkan Jawa Tengah dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari ancaman penyalahgunaan narkoba, demi generasi yang lebih sehat dan produktif.

  • Jawa Tengah Siap Sambut 38 Juta Pemudik Lebaran 2026, Fasilitas dan Pengawasan Ditingkatkan

    Jawa Tengah Siap Sambut 38 Juta Pemudik Lebaran 2026, Fasilitas dan Pengawasan Ditingkatkan

    BULETINCILACAP – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan beragam layanan dan pengawasan ketat menyambut arus Mudik Lebaran 2026. Diperkirakan 38,71 juta pemudik akan menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama pada hari raya tahun ini, mendorong Pemprov untuk mengoptimalkan posko Idulfitri, inspeksi keselamatan kendaraan umum, hingga pantauan CCTV di berbagai titik rawan.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa angka fantastis 38,71 juta pemudik merupakan hasil survei nasional dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Secara internal, Dishub Jateng memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk ke wilayah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi tersebut. Prediksi ini menjadi dasar kuat bagi langkah antisipasi guna menjamin kelancaran dan keselamatan seluruh pemudik.

    Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026: Posko Diperpanjang, CCTV Aktif

    “Yang masuk Jawa Tengah jumlahnya cukup besar. Secara nasional, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” ujar Arief Djatmiko saat Jateng Bicara di Studio Jateng Radio, Banyumanik, Kamis (26/2/2026).

    Untuk memaksimalkan layanan, posko Lebaran akan beroperasi lebih lama, yakni mulai H-8 (13 Maret) hingga H+7 (30 Maret 2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026. Posko akan memantau titik-titik rawan melalui CCTV di pusat keramaian seperti Pasar Gombong, serta jalur utama di Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Simpang Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng, hingga Bayeman–Purbalingga. Selain memantau kepadatan lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tinggi. Akses CCTV daring nantinya dapat dimanfaatkan pemudik untuk memantau kondisi lalu lintas dan kesiapan infrastruktur jalan secara real-time.

    Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi Umum untuk Mudik Lebaran 2026

    Terkait kondisi jalan, Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUPR) untuk memastikan kemantapan jalan provinsi. Perbaikan terus dilakukan menyusul penurunan kualitas aspal akibat tingginya curah hujan. Untuk inspeksi kendaraan atau ramp check, Arief menegaskan pemeriksaan akan dilakukan secara ketat. Kendaraan yang tidak memenuhi syarat laik jalan, tidak diizinkan beroperasi demi keselamatan bersama.

    Pemeriksaan berlaku menyeluruh, baik untuk bus umum, armada mudik gratis Pemprov Jateng, Terminal Tipe B yang dikelola provinsi, maupun Terminal Tipe A yang dikelola pemerintah pusat. Pengawasan juga diperluas ke titik rawan dan kawasan wisata.

    “Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Misalnya berangkat 28 Maret, dicek 27 Maret. Jika tidak laik, pasti tidak jalan,” tegas Arief Djatmiko.

    Dalam rilis Kementerian Perhubungan, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat (30,97 juta orang), diikuti DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang). Dari sisi tujuan, arus terbesar memang mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), disusul Jawa Timur (27,29 juta orang), dan Jawa Barat (25,09 juta orang).

    Berdasarkan survei BKT Kemenhub, moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi (76,24 juta orang), sepeda motor (24,08 juta orang), dan bus (23,34 juta orang). Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol (50,63 juta orang), sedangkan pengguna sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif non-utama (8,65 juta orang).

    Imbauan Keselamatan untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2026

    Melihat tingginya angka pemudik dan beragam moda transportasi yang digunakan, Arief Djatmiko mengimbau seluruh pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan.

    “Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan laik jalan. Jika membawa kendaraan pribadi, siapkan kesehatan, fisik, dan kondisi kendaraan. Taatilah aturan lalu lintas,” pungkas Arief.

    Dengan persiapan matang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kesadaran masyarakat, diharapkan Mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi jutaan orang yang ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

  • Mahasiswa Semarang Gelar Salat Gaib di Polda Jateng: Suarakan Tuntutan Reformasi Polri

    Mahasiswa Semarang Gelar Salat Gaib di Polda Jateng: Suarakan Tuntutan Reformasi Polri

    BULETINCILACAP – Puluhan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di Semarang menggelar aksi solidaritas di halaman Markas Polda Jawa Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, pada Kamis (26/2/2026) malam. Aksi ini dilancarkan sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya pelajar AT (14) di Maluku akibat penganiayaan oknum Brimob, sekaligus menyuarakan tuntutan tegas untuk reformasi Polri.

    Massa yang mulai bubar sekitar pukul 19.00 WIB ini, memulai aksi mereka dengan melaksanakan salat gaib, dilanjutkan dengan tabur bunga dan menyalakan lilin sebagai simbol belasungkawa. Selain itu, mereka juga membagikan takjil kepada masyarakat sekitar dan peserta aksi yang belum berbuka puasa. Puncak aksi ditandai dengan teatrikal yang menggambarkan insiden penganiayaan terhadap pelajar AT oleh oknum Brimob di Tual, Maluku.

    Mengekspresikan Kegeraman atas Kekerasan Aparat

    “Kita tadi salat gaib dalam rangka mengirimkan doa, kemudian juga bentuk belasungkawa kita terhadap kematian dari saudara kita yang dibunuh di Maluku. Saya rasa semua kawan-kawan kita dari penjuru Indonesia semua murka, kesal, dan kita mau ungkapkan hal tersebut dengan demonstrasi hari ini,” tegas Kevin Kurnia Priambodo, Ketua BEM Polines, di lokasi aksi.

    Kevin menambahkan, aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap tindakan oknum aparat penegak hukum yang berujung pada hilangnya nyawa seorang pelajar. Mahasiswa menilai kinerja Polri saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik dan mendesak adanya perubahan signifikan.

    Desakan Komprehensif: Dari Reformasi Polri hingga Pencopotan Jabatan

    Dengan mengenakan almamater masing-masing kampus, para mahasiswa membentangkan sejumlah poster berisi keresahan mereka. Tuntutan utama yang dibawa dalam aksi **solidaritas mahasiswa Semarang** ini adalah reformasi Polri secara menyeluruh. Mereka menyoroti Tim Reformasi Polri yang hingga kini dinilai belum menunjukkan progres signifikan, bahkan cenderung mengalami kemunduran, terutama di bawah kepemimpinan Menko Yusril.

    Selain itu, massa juga menuntut pencabutan jabatan (reshuffle) terhadap seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Kapolri, Kapolda, Kapolres, hingga Kapolsek. Tuntutan lain adalah agar aparat kepolisian menarik diri dari berbagai program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan fokus sepenuhnya pada tugas mengamankan masyarakat.

    Tidak hanya itu, massa juga mendesak pencopotan Menteri HAM, Natalius Pigai, karena pernyataannya yang menyebut penolakan MBG sama dengan menentang HAM. Mahasiswa berpandangan bahwa semua pejabat yang saat ini menduduki posisi strategis dinilai inkompeten dan dirancang untuk menyenangkan pihak tertentu.

    Masa Depan Aksi dan Harapan Perubahan

    Kevin Kurnia Priambodo menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius, aksi-aksi lanjutan akan terus digencarkan setelah bulan Ramadan. Harapan besar tersemat pada gerakan **solidaritas mahasiswa Semarang** ini, agar menjadi pengingat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk kembali pada marwahnya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, serta mendorong reformasi institusi yang lebih transparan dan akuntabel.

  • Satu Tahun Kinerja Gubernur Jateng Luthfi Yasin: Ekonomi Melonjak, Kemiskinan Menurun

    Satu Tahun Kinerja Gubernur Jateng Luthfi Yasin: Ekonomi Melonjak, Kemiskinan Menurun

    BULETINCILACAP – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen genap satu tahun memimpin provinsi ini sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam kurun waktu tersebut, kepemimpinan Luthfi-Yasin berhasil mencatatkan berbagai capaian positif di sektor ekonomi dan investasi yang melampaui rata-rata nasional, meskipun dihadapkan pada tantangan bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah.

    Sepanjang tahun pertama masa jabatannya, Jawa Tengah menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanggul jebol di Demak, rob di Sayung, serta longsor dan tanah gerak di Banjarnegara, Cilacap, dan Kabupaten Tegal. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyatakan telah merespons dengan langkah komprehensif, mulai dari penanganan darurat hingga fase pemulihan secara simultan.

    Strategi Kolaboratif dan Program Prioritas

    Meskipun dihadapkan pada berbagai bencana, program prioritas pemerintahan Luthfi-Yasin disebut tetap berjalan. Program ini mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, pendidikan, kesehatan, hingga penurunan angka kemiskinan. Sejumlah program yang digulirkan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis melalui program dokter spesialis keliling (Speling), pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, beasiswa santri, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    Luthfi juga menekankan pendekatan pemerintahan kolaboratif atau collaborative government dengan menggandeng bupati/wali kota, perguruan tinggi, pengusaha, investor, provinsi tetangga, hingga organisasi masyarakat.

    “Kami gandeng beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara kami bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah,” ujar Luthfi, menegaskan pentingnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi dalam setiap sektor pembangunan.

    Dampak Positif pada Perekonomian dan Penurunan Kemiskinan

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan IV-2025 mencapai 5,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menempatkan Jateng di atas rata-rata nasional sebesar 5,11 persen dan sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa.

    Realisasi investasi Jateng sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 88,50 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dengan 105.078 proyek terealisasi yang menyerap 418.138 tenaga kerja.

    Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada penurunan angka kemiskinan. BPS mencatat, angka kemiskinan Jateng turun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin di Jateng pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang, menurun 21.870 orang dibanding Maret 2025.

    Rasio gini Jateng pada 2025 berada di angka 0,350, menunjukkan ketimpangan pendapatan yang relatif menyempit. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,32 persen per November 2025.

    Meski mencatat sejumlah capaian, Pemprov Jateng mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 74,77 masih menjadi pekerjaan rumah. Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya mengarahkan anggaran untuk program yang menyentuh masyarakat bawah, termasuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas, untuk terus menekan angka kemiskinan.

    Dampak kebijakan tersebut diklaim mulai terasa di tingkat masyarakat, seperti 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes yang dinyatakan keluar dari data kemiskinan dan mampu mandiri.

    Komitmen Berkelanjutan untuk Melayani Rakyat

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Luthfi-Yasin berkomitmen untuk terus “ngopeni” atau merawat pembangunan daerah dengan semangat kolaborasi yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, Pemprov Jateng juga meraih sekitar 40 penghargaan dari berbagai lembaga.

    Namun, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat agar kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya, sebagai amanah yang tak berujung.

  • Operasi Keselamatan Candi 2026 Berakhir Hari Ini, Polda Jateng Berharap Budaya Tertib Lalu Lintas Berlanjut Hingga Arus Mudik Lebaran

    Operasi Keselamatan Candi 2026 Berakhir Hari Ini, Polda Jateng Berharap Budaya Tertib Lalu Lintas Berlanjut Hingga Arus Mudik Lebaran

    BULETINCILACAP – Semarang, Polda Jateng. Operasi Keselamatan Candi 2026 secara resmi akan dinyatakan berakhir pada malam ini, Minggu (15/2/2026) pukul 24.00 WIB. Selama 14 hari pelaksanaan, Kepolisian Daerah Jawa Tengah memberikan apresiasi besar terhadap respon positif dan peningkatan kepatuhan masyarakat di jalan raya. Peristiwa ini dikonfirmasi berdasarkan data terbaru yang dihimpun di lapangan.

    Kronologi dan Detail Kejadian

    Diketahui bahwa ​Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, telah mengevaluasi hasil pelaksanaan kegiatan Operasi. Menurutnya, keberhasilan sesungguhnya bukan terletak pada jumlah penindakan, namun meningkatnya kesadaran masyarakat melalui berbagai pendekatan humanis yang dilakukan jajaran kepolisian di lapangan selama masa Operasi. Selain itu, ​berdasarkan pantauan, “Hari ini Operasi Keselamatan Candi 2026 resmi ditutup.

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Jawa Tengah yang telah menunjukkan komitmen untuk tertib berlalu lintas. Keselamatan anda adalah prioritas kami,”

    ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng, Minggu siang.

    Diketahui bahwa​ selama dua pekan, berbagai inovasi kegiatan telah digelar, mulai dari edukasi masif ke sekolah-sekolah (Dikmas Lantas), dialog simpatik dengan para pengemudi di rest area, hingga layanan kesehatan bagi para pejuang transportasi. Semua itu dilakukan untuk menyentuh sisi kemanusiaan para pengguna jalan.

    Respon Pihak Terkait

    Sementara itu, berdasarkan data rekapitulasi hingga hari terakhir, meski tercatat puluhan ribu pelanggaran yang didominasi usia produktif, tren kesadaran untuk menggunakan helm SNI dan menghindari lawan arus menunjukkan grafik yang membaik di beberapa titik pantauan.

    Menanggapi hal tersebut,

    “Kami menyadari bahwa mengubah perilaku dan kebiasaan tidak bisa instan. Namun, melalui Operasi ini, kita berupaya meletakkan pondasi pendidikan karakter dan disiplin berlalu lintas, terutama bagi generasi muda yang merupakan investasi masa depan bangsa,”

    tambah Kombes Pol Artanto.

    Sementara itu, ​Kabid Humas juga mengingatkan bahwa dengan berakhirnya Operasi ini pihaknya dihadapkan dengan tantangan yang lebih besar, yakni pengamanan bulan suci Ramadhan dan arus mudik Lebaran 1447 H. Kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik nanti akan sangat ditentukan oleh tingkat disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

    ​”Disiplin jangan kendur. Jangan tertib hanya karena ada petugas atau saat Operasi berlangsung. Mari kita jadikan Jawa Tengah sebagai contoh wilayah yang beradab dan selamat di jalan raya,”

    Hingga berita ini diturunkan, situasi terus dipantau.