Hari ke-3 Pencarian Orang Hilang di Hutan Binangun, Basarnas Cilacap Kerahkan K9 dan Drone Thermal

Cilacap

Hari ke-3 Pencarian Orang Hilang di Hutan Binangun, Basarnas Cilacap Kerahkan K9 dan Drone Thermal

edi.susanto

14 May 2026 12 views

BULETINCILACAP – Tim SAR gabungan memasuki hari ketiga operasi pencarian terhadap Sugi Triyono (26), warga Desa Binangun yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap pada Kamis (14/05/2026). Untuk memaksimalkan upaya pencarian di medan dengan vegetasi yang rapat, petugas kini memperluas area penyisiran dengan menerjunkan unit anjing pelacak (K9) serta teknologi drone thermal UAV guna memantau kondisi dari udara.

Sugi Triyono, pria yang beralamat di Desa Binangun RT 02/RW 07 tersebut, diketahui telah hilang sejak Minggu (10/05/2026). Setelah briefing dan evaluasi yang digelar pada Kamis pagi pukul 07.00 WIB, tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir titik-titik koordinat yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan penyintas.

Optimalisasi Teknologi Drone Thermal dalam Operasi SAR

Penggunaan drone thermal menjadi kunci dalam operasi kali ini mengingat luasnya area hutan dan lebatnya pepohonan yang membatasi jarak pandang tim darat. Dengan sensor panas, drone ini diharapkan mampu mendeteksi keberadaan objek di bawah rimbunnya vegetasi. Selain itu, pelacakan darat diperkuat oleh unit K9 dari Polres Cilacap yang memiliki spesialisasi dalam pencarian manusia di area terbuka.

“Hari ini pencarian kami perluas dengan dukungan K9 dan pemantauan udara menggunakan drone thermal untuk membantu mempercepat proses pencarian. Kami berupaya seoptimal mungkin dengan memperhatikan faktor keselamatan personel mengingat medan yang cukup berat,” ujar Trisno, perwakilan dari Basarnas Kantor SAR Cilacap di lokasi kejadian.

Sinergi Lintas Sektoral dalam Pencarian Sugi Triyono

Operasi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Cilacap, Polsek dan Koramil Bantarsari, Satpol PP, hingga organisasi masyarakat seperti Banser, SAR MTA, LPBINU, dan RAPI. Tak ketinggalan, komunitas Trabas Trail juga turut diterjunkan untuk menembus jalur-jalur setapak yang sulit dilalui kendaraan biasa. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan korban masih belum ditemukan, dan tim SAR berkomitmen untuk terus melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.